Forever i'll love You, forever I'll stand ! :')

Hari ini akhirnya berakhir. Sungguh, bukan hari yang mudah untuk dilewati. Sebagai anak Allah yang katanya punya ALLAH YANG BESAR, ALLAH YANG MAHAKASIH, mungkin seringkali aku secara sadar atau tidak menuntut. Mana Tuhan yang katanya baik? Mana Tuhan yang katanya mengasihi aku? Kenapa musti aku Tuhan yang mengalami ini dan itu? Kenapa aku musti jadi orang yang begini? Kenapa aku jahat? kenapa aku musti diperhadapkan dengan banyak hal yang membuatku tak tenang? Kenapa masalah-masalahku belum juga selesai? Kenapa harapan-harapanku tak juga terpenuhi? kenapa pula justru muncul masalah-masalah baru yang tak bersahabat.

Mungkin Tuhan sudah lelah melihat aku yang seperti ini, dengan tingkah seperti orang tidak tau berterimakasih. aku menuntut Tuhan melakukan yang baik seolah-olah aku mengerti apa yang sedang dilakukanNya sekarang tidak baik. Seolah-olah aku lebih mengerti mana yang baik mana yang tidak, mana yang hanya baik atau mana yang terbaik. Seolah-olah kemampuan akalku melampaui Tuhan, yang mengatur semua ini.

Tuhan mungkin sedih melihat aku yang tiba-tiba begini dan tiba-tiba begitu, aku yang tidak stabil, aku yang tidak berintegritas. Katanya aku sayang Tuhan Yesus, katanya aku Cinta Bapa, katanya aku mau menyenangkan hati Tuhan, katanya mau menjadi murid Kristus. Tapi, bahkan ketika hanya karena masalah kecil saja otakku yang kecil ini terasa sangat penuh dengan masalahku sendiri, dengan begitu egoisnya aku memikirkan semua yang ada padaku yang seolah-olah Tuhan tidak tau apa-apa.

kalau aku jadi Tuhan mungkin aku sudah marah, mungkin aku sudah lama meninggalkan mahluk kecil yang sangat terlihat sok tau, yang bernama ayu. Siapa sih kamu? kenapa kok mengatur-ngatur Saya? Saya kan yang punya semuanya, kamu siapa? Saya nggak kenal, sori ya-mungkin kalo aku jadi Tuhan aku bakal tiup jauh-jauh dari pandangan mata mahluk yang seperti ini.

Hebatnya, Tuhan itu mahakasih, mahasabar, mahapemurah, mahabaik. serese apapun tingkahku, Tuhan tetep ada disana-setia menanti aku jadi bener lagi. Tuhan mungkin sedih, karena toh sebenernya Dia kepengen berbuat yang terbaik untuk aku. Sedangkan ketika aku disitu-situ aja-nggak bertumbuh, mungkin Dia sedih.

Tuhan, biarlah langit malam ini menjadi saksi ketidakberdayaanku sebagai manusia dongkol yang seringkali menyakiti hati Engkau, lagi, lagi, dan lagi. Biarlah Engkau tau ya Tuhan, ditengah badai hidup yang datang silih berganti, aku tetap akan berkata aku mencintai Engkau Yesus. Sampai kapanpun, aku akan memilih Engkau dan takkan berpaling ke lain hati.
Forever I'll love You, forever I'll stand

God's power to change your life

Kita tidak dapat mengendalikan seluruh keadaan di dalam kehidupan kita. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok atau bahkan hari ini. Kita tidak dapat mengendalikan keadaan kita, tetapi kita dapat mengendalikan respons kita. Kita dapat mengendalikan apakah sebuah pengalaman membuat kita mnejadi pahit atau menjadi lebih baik. Seberapa besar masalah akan muncul dalam hidup tidak ditentukan oleh apa yang terjadi kepada kita, tetapi apa yang terjadi di dalam diri kita.
Paulus mengatakan hal ini dalam Roma 5: 3-4. Dia mengatakan bahwa kita dapat bersukacita disini dan saat ini, bahkan di dalam pencobaan dan kesusahan. Hal ini akan membuat kita menjadi tabah dan membantu mengembangkan karakter yang dewasa. Jadi, kita dapat bersukacita di dalam setiap permasalahan kita, tidak hanya menahannya, karena kita tahu bahwa Allah menggunakan semua itu dalam kehidupan kita. Allah bahkan menggunakan permasalahan yang saya buat sendiri.

Buku God’s power to change your life-Rick Warren

bukan penonton

Bukan penonton.

Pasti kita semua pernah mengalami ini: menggerutu setelah ibadah. pembicaranya ga enak kotbahnya, kaku, pemimpin pujiannya terlalu datar, ga asik, pemain pianonya suka salah maen, singernya nyanyinya fales. Yang paling sering sih kita komentarin: pembicaranya enak atau gak enak. Itu yang tanpa sengaja seringkali jadi fokus kita.

Sadar atau engga, kita menempatkan diri kita memang kurang tepat barangkali. perhatikan ini : selama ibadah berlangsung, kita lebih sering menempatkan diri sebagai penonton. seolah-olah kita sedang menyaksikan suguhan pertunjukan berupa musik, nyanyian, khotbah, dan lain sebagainya.

Padahal seharusnya, kita ini(jemaat) adalah aktor dan aktris dalam ibadah. Harusnya kita berperan 'aktif' dalam ibadah. Menjadi pemain-pemainnya Allah.

Maka dari itu, setelah selesai ibadah yang dikomentarin harusnya bukan pembicaranya enak atau engga, maen musiknya bener apa engga. dsb. Tapi justru apa Firman yang kita dapetin . Toh selama ibadah, fokus kita memang ke Tuhan kan harusnya? Bukan pada hal-hal teknis yang sifatnya sebenernya sebagai pendukung ibadah.

Dengan menempatkan diri secara benar dalam ibadah, niscaya ketika kita pulang pasti akan mendapat 'sesuatu' :)

suatu saat ini akan berlalu

Jangan pernah terlalu terbuai dengan kesenanganmu saat ini,
karena “suatu saat ini akan berlalu”

Jangan pernah terlalu terlena dengan kebahagaiaanmu saat ini,
karena “suatu saat ini akan berlalu”

Jangan pernah terlalu tersakiti oleh rasa sakitmu saat ini,
karena “suatu saat ini akan berlalu”

Jangan pernah terlalu dikecewakan oleh rasa kecewamu saat ini,
karena “suatu saat ini akan berlalu”

Jangan pernah terlena dengan apa yang kamu miliki saat ini,
karena “suatu saat ini akan berlalu”

Kalau saat ini kamu berkesempatan merasakan ini dan itu
Berarti Dia mengizinkannya.

Tapi kamu jangan pernah lupa,
“Suatu saat semuanya akan berlalu”

Berganti hal yang berikutnya,
Dan berikutnya lagi,
Dan seterusnya.

Sampai di satu titik kamu menemukan bahwa,
“tidak ada sesuatu apapun yang abadi”

Kecuali...

“kasihNya padamu”

Jagalah itu, peganglah itu, simpanlah itu,
Percayailah itu sebagaimana Ia dapat dipercaya,
Hargailah itu sebagaimana ia harusnya dihargai.

hindari menyetir

sekilas gue mendengar berita di tv. Ada sebuah Kecelakaan beruntun di sebuah tol yang menewaskan banyak korban jiwa. Ngeri? Emang.

Trus ini salah siapa? Salah supir sebuah mobil tavel yang jelas-jelas mengantuk ketika menyetir.

Hmm. Lagi-lagi ini hal sepele, tapi... Bisa merenggut nyawa manusia. Berita singkat itu cuma ingin mengingatkan. Hati-hati, hindari menyetir selagi mengantuk !

lupa password

blog gue yang ini , yang imelnya Ihavethejoyful@gmail.com ini nyaris diganti dengan yang baru. Apa penyebabnya? Sepele, gue lupa passwordnya.

Berhubung uda beberapa bulan gue ga ngoceh disini. Makanya secara ga sengaja lupa paswordnya. Sepele ya? Tapi yang sepele ini justru buahaya buanget.

Kelihatannya hal kecil, tapi pentingnya amit-amit. Karena lupa password, jd gabisa log in, gabisa nulis disini untuk sekian waktu lamanya.

Tapi untungnyuaa. Paswordnya bisa diganti- setelah melalui proses panjang tentunya. Hmm. It'll be a good lesson. Jangan pernah anggep sepele hal sepele.