beda

Saya punya seorang teman yang sangat unik, saya lebih menganggapnya sebagai adik. selain karena usianya yang memang lebih muda, pembawaannya juga lucu seperti ingin dimanja. sifatnya menonjol dan mudah diingat, sayangnya sulit dipahami. unik belum tentu asik. orang-orang di sekeliling mulanya pro kontra, ada yang senang bermain dengannya, tapi sebaliknya ada juga kumpulan yang suka mencemooh gadis muda ini. tapi akhirnya? coba tebak sendiri. 

Saya pribadi menilai gadis ini adalah seorang yang unik dan lucu. kalau boleh digambarkan, dia adalah gadis yang ceria tapi sensitive, gadis yang pemberani tapi sebenarnya pemalu, gadis lugu yang rajin. dan yang pasti semangatnya jarang pudar. hidupnya sama dengan kita, "berdinamika", tentu ia memiliki pergumulan dan tantangannya sendiri. sejauh yang saya kenal, dia mengalami beberapa kali penolakan, beberapa kali orang tidak percaya karena pembawaannya yang menurut orang kebanyakan childish, tidak jarang dianggap kurang mampu mengemban suatu tugas karena dipikir kurang mumpuni. 

Dibilang malang, tidak juga. malahan beruntung, gadis ini dilimpahi semangat  dan percaya diri yang saya pikir diatas rata-rata normal. jatuh bangun ditolak dan diterima, ia selalu bangkit dan konsisten sampai akhirnya ia kini dikenal sebagai seorang gadis muda dengan keunggulannya sendiri. Ia dikenal sebagai orang yang "marketing" (saya sangat setuju). pembawaannya yang lugu dan ceria justru membuatnya memiliki keberanian dan keluwesan jauh melebihi yang lain. dalam hal kemampuan sosialisasi pun ia bisa diacungi jempol. Usahanya banyak, mulai dari usaha jualan celana, sepatu, hingga pempek, jadi sales promotion girl, dan lain-lain. semacam kontras dengan gadis lain-lain yang pintar-berotak cerdas, yang bersahaja, yang berwibawa, yang belum tentu bisa apa-apa. 

dia ada dengan keunikannya sendiri, begitupun yang lain. setiap manusia yang ada, berarti ditakdirkan ada.  tidak ada yang berhak untuk menolak keberadaanya. sayang, masih banyak orang yang masih belum terbuka menerima, bahwa "setiap orang memang berbeda, dan kita ditakdirkan untuk berbeda". lebih banyak orang yang terjebak dalam kotak-kotak. orang yang menganggap ciri tertentu sebagai kepribadian yang "aneh" hanya karena berbeda dari yang kita pikir semestinya. 













level berapa?



Lagi-lagi soal candy crush. Beberapa waktu lalu, seorang adik kecil memperhatikan saya bermain candy crush, lalu bertanya “ emangnya udah sampe level berapa sih ci ?” saya jawab dengan lugu dan seadanya. Bikin heran, dia lalu merespon dengan pernyataan yang menjatuhkan semangat saya “ baru sampe level segitu ci? Payah banget, cici aku dong udah sampe level …(beberapa kali lipat dari level saya saat itu)” . tidak terlalu memperhatikan, tapi tetap kepikiran juga, “bener juga ya, saya levelnya masih rendah sekali

Beberapa hari kemudian, ada seorang kakak sepupu yang bertanya ketika saya sedang asik main candy crush “Udah sampe level berapa, yu?” . saya jawab sama polosnya dengan pada saat saya menjawab pertanyaan si adik kecil. Kontras, dia merespon dengan sangat berbeda “wah, hebat banget udah sampe level segitu , yu?aku aja baru level segini” 

Di satu ketika kita mungkin merasa hidup kita tidak cukup baik, mungkin kita merasa ada di posisi yang rendah, kita  tidak cukup sempurna, kita tidak cukup beruntung, dan mimpi-mimpi kita terlalu muluk, belum lagi banyak orang memandang kita sebelah mata- mereka pikir kita ada di bawah mereka.  Tapi kita perlu selalu ingat, di belahan  lain selalu saja ada orang yang merasa kita terlalu berkecukupan, terlalu sempurna, terlalu beruntung, dan hidup kita terlalu manis.

Kehidupan terlalu luas untuk kita pandang dengan sempit. Manusia ada dimana-mana, hati kita tetaplah ada disini –di jiwa kita yang terdalam. Maka, dimanapun kita berada, tengok ke atas dan ke bawah, sadari dimana posisi kaki kita berpijak. Bumi itu berbentuk lingkaran, maka tidak perlu khawatir dengan alas kali tinggi bagi dua atau khawatir kita akan terjebak di sudut 45 derajat.. Selalu limpahi diri dengan syukur berlimpah, karena nyatanya Sang Empunya hidup selalu  punya rencana yang baik  dalam hidup kita. daaaaaaan Jangan jemu-jemu untuk terus naik level 


Selalu ingat ada yang lebih tinggi, Setinggi langit,
Selalu ingat ada yang lebih rendah, Sedalam lautan,
Selalu ingat hati kita mesti seluas samudera.

cheers,
Joe

Candy crush



yang pasti postingan ini bukan tentang tips and trick bermain candy crush saga. Bukan juga tentang informasi bagaimana caranya naik level dengan cepat- karena saya juga masih penasaran. Entah mulai kapan tepatnya, setiap kali sedang bosan atau tidak ada pekerjaan, maka yang terlintas dipikiran adalah candy crush saga. “gimana caranya lolos dari level yang sekarang dan  naik pada tingkatan yang selanjutnya!” 

Selain lucu, warna-warni, dan bunyi permainannya menggemaskan (coba sendiri sensasinya), saya suka candy crush karena games yang simple ini mengajarkan saya banyak hal. Sebelumnya,  informasi buat yang nggak tau, kalo main games ini ada semacam live (heart), nah kalau heartnya full maka ada lima kesempatan untuk main-mati-main lagi- sampai akhirnya harus menunggu heart-nya terisi lagi satu persatu. Dalam setiap heart ada moves yang terbatas, misalnya level 60 moves nya 50. Jadi, pemain dibatasi hanya bisa melakukan 50 gerakan untuk menuntaskan level. Begitu. Paham? Kalau tidak paham lebih baik dicoba sendiri. hehe

Buat saya pribadi, disinilah letak tantangannya. gemas karena live nya sedikit, moves nya terbatas, jadi harus hati-hati dan maksimal setiap kali main(meskipun pada prakteknya sering asal-asalan ga mikir mainnya) ya toh namanya juga main? Buat seneng-seneng, masa memeras otak juga ,sih? Tega. Cih.
Oke, back to the point. Saya termasuk orang yang nggak sabaran, apalagi ketika melakukan hal semacam ini-main. Prinsip saya, main kan buat seneng-seneng, maka tidak perlu repot mikir dan nunggu lama, setuju nggak? Pasti nggak kan, iya kan?okelah kalau begitu. Ketika menggunakan moves saya suka nggak perhitungan, lapar mata (terlalu cepat melakukan pergerakan), dan suka tanpa ba-bi-bu-be-bo, sampai akhirnya saya nyesel. “wah kenapa tadi telunjuk gue geraknya kecepetan ya? kan mestinya gue …. Atau gue…… “ intinya seharusnya bisa selesai dalam 50 moves, namun karena terlalu gegabah, terlalu buru-buru, sehingga stuck disitu-situ aja. Kasihan ya ?mau cepat malah jadi lebih lama.  
Lucu yang berikutnya lagi, games ini ga pernah mengenal kata undo. “kita dikasih kesempatan pakai 5 full heart, dengan 50 moves. Kurang lebih, anggep aja kita punya kesempatan 250 gerakan pada saat sekali main sampe akhirnya harus nunggu beberapa jam sampai heartnya terisi penuh lagi” Oke, terkadang ada saat-saat dimana telunjuk saya nggak bisa diajak kerjasama, saat dia sudah melakukan gerakan yang tidak pandai, saat dia terlalu gegabah, maka saya selalu mikir. Kenapa sih mesti buru-buru dan gegabah? Kenapa harus nggak sabaran? Kenapa harus bikin semuanya malah jadi lebih lama?kenapa nggak mikir panjang lebar dulu sebelum bertindak ?kenapa….? kenapa….? Dan kenapa lama-lama main candy crush mirip dengan lika liku sehari-hari ? dan kenapa akhirnya saya menuliskan postingan ini?

Pertama, Layaknya heart yang menentukan kesempatan kita untuk main, sebenarnya kita dianugerahi kesempatan untuk menaklukan challenge dalam setiap level kehidupan kita. Kita diberikan kapabilitas dan ruang untuk melakukan apa yang mesti dilakukan. Dalam lima full heart, silahkan Anda menaklukan setiap level, lakukan yang terbaik , selamat mencoba! J sayangnya kita sering tidak menggunakan kesempatan layaknya sebuah “kesempatan”. Kalau heart kita habis, kita diberikan PR untuk menunggu dalam jangka waktu tertentu hingga heart satu persatu terisi kembali. In a real life, kita juga sering harus “menunggu” kesempatan-kesempatan, kan ?

Persamaan berikutnya, sama seperti moves yang terbatas, kita selalu punya batasan-batasan. kita mungkin diberi kesempatan dengan cuma-cuma, tapi Kita nggak bisa seenaknya ngelakuin ini dan itu sembarangan, terus kalo nggak suka kita undo. kehidupan nggak bisa diulang-ulang seenaknya seperti kita mengulang scene seru pas nonton dvd. Maka, kita perlu  mempertimbangkan “segala sesuatu” dengan baik. Catatan penting berikutnya dari candy crush saga : selalu ada pengaruh dari setiap moves, entah itu memudahkan kita atau justru mempersulit kita nantinya. Moves yang udah dikasi dengan cuma-cuma mesti kita pake tidak dengan percuma.

Ketiga, layaknya games pada umumnya, terdapat level dalam permainan. Semakin ke atas maka  semakin susah dan semakin ribet. Tantangannya semakin nggak masuk akal dan kadang ngeselin. Eng ing eng. Tapiiiiiii, ketika berhasil lolos level, semakin tinggi level, perasaan bahagia dan puas juga semakin tinggi “nggak nyangka juga gue yang nggak sabaran ini, yang kalo main nggak ngotak, tau-tau bisa sampe level 80 sekian*banggaceritanya*hehe”. Dan nggak jarang juga orang bilang “woe keren loee udah sampe level segitu*tersipu-sipumalu* dan secara manusiawi, kita diberkahi rasa penasaran ingin naik ke level-level berikutnya hingga permainan kita selesai. 

Maka, layaknya kita kesenengan bermain candy crush saga , maka mari kita jalani hidup ini dengan perasaan senang juga, perasaan excited ingin selalu naik level. Dan tidak pernah lupa kita punya kesempatan yang harus kita pakai dan gunakan tidak dengan percuma.

sayur asam galau




Selama bulan puasa kemarin, sebisa mungkin saya selalu mendampingi ibu dan mbak yang memasak di dapur. Buat apa? Buat mencicipi masakan. Mencicipi adalah kegiatan yang penting dalam memasak jika Anda tidak ingin masakan anda tidak disentuh orang yang also known as failed.  Awalnya, ini sih termasuk perkara mudah karena yang pertama: saya memang sedang free di rumah dan yang kedua saya memang suka masak dan makan. Lagipula, siapa sih yang nggak suka mencicipi masakan?
 
Memang nggak segala hal selalu gampang kaya pas kelihatan di awal. Ternyata mencicipi masakan itu bikin galau loh ! Beberapa hari yang sama kalimat seperti ini terucap polos dari bibir saya “udah cukup sih rasanya… tapi ehh, nggak tau deh mbak” sambil diselingi tawa. Berkali-kali saya mencoba, menyeruput kuah masakan untuk memastikan apa yang kurang dan apa yang harus ditambahkan. Ternyata rasanya bingung untuk menentukan apa rasa akhir masakan yang akan dimakan oleh banyak kepala yang sudah tentu memiliki selera beragam. Dan apalagi saya dipanggil di dapur KHUSUS untuk “mencicipi” hidangan.

Saya tidak percaya diri. Saya tidak tau apakah rasa yang menurut saya cukup, menurut orang lain juga begitu? Suatu siang kami masak sayur asam. sayuran dengan rasa yang beraneka itu membuat saya hampir menyerah. Bagaimana ini ? rasa manis, asam, asin, dan gurih harus seimbang. Belum lagi ada kesukaan masing-masing dari berbagai kepala, ada yang suka lebih asam, ada yang suka tidak terlalu asin, ada yang suka lebih pedas, ada yang suka sedang-sedang saja. Lalu bagaimana? Semuanya tambah kompleks ketika saya adalah seseorang yang “perfeksionis” bisa-bisa sedih kalau ternyata masakannya failed padahal jelas-jelas saya yang bertugas menentukan keseimbangan masakan. lagipula, siapa sih yang rela masakannya gagal?setiap pemasak pasti inginnya menyenangkan setiap perut.

Inikah yang namanya prinsip relativisme? apa yang saya anggap cukup, bisa ditanggapi dengan beragam respon. Ada yang sejalan, ada yang beda jalan selera. Kita tidak bisa menyenangkan semua orang sekaligus, juga tidak bisa memaksakan orang harus ikut selera kita. Ditengah keputusasaan akhirnya saya mencoba belajar untuk percaya dengan apa yang saya rasa ‘cukup’, bukan yang orang lain mungkin rasa ‘cukup’. 

Berangkat dari sini, saya belajar untuk menghargai tiap masakan yang merupakan karya seni si koki. Terkadang kita mungkin tidak cukup puas dengan masakan seseorang.  Kita berpikir bahwa mereka harus mengenyangkan selera kita. bagaimana kalau dibalik ? bagaimana kalau kita berpikir, kita yang harus menghargai karya seni mereka ? saya percaya, setiap masakan adalah representasi selera dan isi hati si koki. Dan, Kalau kita mau coba ternyata seru juga berpetualang dengan rasa dan selera isi hati koki yang berbeda-beda  

cheers,
A

surat untuk andromeda

Halo,
Andromeda.

seandainya saja kamu masih ingat,
rasanya sudah lama sekali ya?
sejak saat yang terakhir.
kala kita jumpa di sudut bumi sore itu.

seandainya saja bumi bisa lebih sederhana,
aku tidak perlu rumit membereskan hatiku.
berantakan, tapi masih bisa rapikan. aku percaya.
kamu berjanji untuk membantuku kan?

seandainya saja aku bisa berkompromi dengan bulan,
aku pasti titip hembusan nafasku untukmu.
aku rindu kamu, Andromeda.
kamu yang dulu, kamu yang sama.
baumu, rupamu, jenakamu.

seandainya saja otakku hanyalah sepotong roti perancis,
aku mungkin tidak perlu curiga, apakah kamu masih berada dibumi yang sama ?
apakah baumu masih sama ?
apakahkamu masih menatap di sudut yang sama?

seandainya saja jarak kita tidak perlu sejauh bumi dan bulan.
aku tidak perlu menjadi dungu begini.
menungguimu tiap malam, menantimu dengan manja,
malu-malu dipandangi bulan,
tertangkap basah sedang merindui kamu,
Andromeda.