salam untuk bintang


gelap. langit gelap, hatiku gelap
kepingan rasa berceceran dilantai hatiku.
susah membereskannya, kamu tau?
semakin gelap semakin tidak karuan

orang bilang aku begitu lamban
musim demi musim aku masih saja disini
andai saja aku bisa memeluk bintang,
menghentikan detik,
mengabadikan detak jantungmu.
aku ini masih ingin tetap disini,
masa kamu tidak tahu?

boleh aku perjelas?
aku ini rindu, masa kamu tidak tahu?
tidak ada harapan apa-apa
salam sajalah untuk satu bintang,
yang paling bersinar disana
salam sayang.

tiga jam luar biasa, anak-anak luar biasa

Setiap kali kita berani melangkahkan kaki ke suatu tempat, berarti kita telah memutuskan untuk menjadi bagian sejarah disana.

hari itu adalah hari kamis. berawal dari bbm an biasa saja dengan seorang teman, lalu pembicaraan bermuara pada sebuah ajakan untuk membawa materi di sebuah sekolah swasta, tanpa imbalan. di tengah jadwal agenda yang hampir penuh saya tiba-tiba ditawari satu kegiatan lagi. dan, tidak mengerti bagaimana, ketika ditawari ajakan demikian saya langsung meng-iya-kan saja. 'buat pengalaman' saya langsung membatin. pada dasarnya saya memang orang yang suka melakukan hal-hal yang baru. saya suka mengoleksi 'pelajaran' dari 'pengalaman'. lagipula saya juga suka bertemu dengan orang-orang baru, apalagi anak-anak.

tidak lama setelah meng-iya-kan tawaran itu saya melongok ke agenda saya. satu minggu itu, jadwalnya memang sedang padat-padatnya. alamak. besoknya, jumat-minggu saya ada acara gereja di puncak, senin pagi hingga sore saya ada briefing pengenalan universitas, dan kegiatan yang sudah terlanjur saya 'iya-kan' itu jatuh di hari selasa pagi. pada hari selasa, agenda saya juga sebenarnya sudah cukup penuh-siang harinya, saya ada jadwal konsultasi dengan dosen pembimbing akademik, sorenya saya harus 'mampir' ke kantor M&PR, dan malamnya saya sudah ada janji untuk makan malam bersama di sebuah mal. belum lagi masih ada deadline pekerjaan sebuah design yang harus saya selesaikan. sesaat setelah menelusuri agenda, saya tiba-tiba jadi galau. "wah, kapan preparationnya nih?", dan lagipula "pasti akan capek-capek banget deh"
**

Akhirnya hari itu pun tiba.

selasa pagi di sebuah sekolah di bilangan juanda, kagetnya bukan main. ternyata anak-anak yang menunggu begitu banyak jumlahnya. ketika membicarakan tentang ini, teman saya sama sekali tidak mengatakan auditoriumnya akan sebesar itu dan anak-anaknya akan sebanyak itu. dua angkatan, beberapa kelas dalam satu angkatan.

menit demi menit berlalu, teman saya melakukan bagiannya dengan cukup rapih. lalu kami masuk ke dalam dinamika, kami bermain bersama, bercanda dan tertawa bersama. ke-dingin-an mulai mencair. saya mulai bisa merasakan aura anak-anak SMP di ruangan itu. seorang anak, namanya felix- ia duduk dibarisan belakang, dengan begitu berani ia mengacungkan jari ketika teman saya melempar pertanyaan. lain lagi dengan bambang, anak laki-laki bertubuh tambun dan berwajah oriental ini sepertinya favorit teman-temannya, ia sering di elu-elukan teman-temannya. bambang adalah anak yang friendly dan pemberani. dalam kelompok lain lagi, ada kumpulan anak laki-laki yang kelihatan nakal dan berisik, tapi ketika disuruh maju ke depan mereka sangat malu-malu dan melakukan tingkah konyol. ya, mereka mengingatkan saya akan tahun-tahun yang telah saya lalui kala saya masih seusia mereka.

sesi pertama selesai, anak-anak pergi kembali ke kelas. kini, yang kami hadapi adalah anak-anak dengan wajah lebih polos. malu-malu, mungkin itu adalah kata yang tepat menggambarkan mereka saat itu.keluguan jelas tersirat dari wajah mereka. favorit saya, salah satunya adalah Jordan. anak laki-laki mungil-tampan-cerdas ini duduk di barisan paling depan. ia sangat lugu, mengaku suka bertengkar dengan temannya, setelah ditanya lebih lanjut "berantemnya lewat facebook" begitu ujarnya. "dasar anak jaman sekarang", ujar saya membatin sambil tersenyum. ada lagi yang lainnya, anak perempuan bertubuh agak gemuk, chinese, berkulit putih, berkacamata, berkepang dua, tiba-tiba mimisan ketika bermain. entah mungkin kelelahan atau mungkin ada penyebab lainnya, ia langsung dibawa keluar auditorium. dan lain lagi seorang anak perempuan yang duduk dibarisan kanan, mungil, berambut pendek, bermata besar, berkacatmata, sejak awal memandangi saya terus dengan lugu. bagaimanapun rupa-nya, apapun yang mereka perbuat, anak-anak ini sangatlah menyenangkan.

'rasa capek' yang saya khawatirkan sejak awal sepertinya tidak terasa. bertemu dengan anak-anak ini adalah pengalaman yang mengesankan. saya perhatikan wajahnya beberapa, lucu-polos-lugu-nakal. seperti ada cercah harapan dalam setiap keluguan itu, "ini adalah anak-anak penentu masa depan", mereka nantinya akan tumbuh besar seperti saya, dan mereka masing-masing akan menjadi sesuatu. selamat bertumbuh adik-adik ! pertemuan di selasa pagi  itu memang sangatlah singkat, namun pengalaman ini tidak akan pernah singkat- ia telah menjadi bagian dalam sejarah saya. tiga jam yang luar biasa, anak-anak yang luar biasa.

ps: terimakasih sobat, sudah menawarkan ajakan itu pada saya, terimakasih sudah mengizinkan saya mengalami tiga jam yang luar biasa dengan anak-anak yang luar biasa. dan tentunya dengan anda juga, sahabat saya yang luar biasa

life



manusia adalah bagaikan aktor dan aktris sebuah film dalam episode tak terhingga, dalam genre yang tak terduga. kadang bahagia, kadang sedih. kalau kemarin genrenya drama comedy, besok drama romantic, lusa tragedy, hari berikutnya bisa saja tragic comedy.  habis tertawa, bisa tiba-tiba saja menangis. habis sedih bisa tiba-tiba senang sekali. sang sutradara begitu pintar menyimpan alur cerita, saking pintarnya hingga kita tidak bisa mengintip sama sekali apa yang akan terjadi dalam scene selanjutnya. ya, kita semua sepakat- kita tidak pernah bisa menebak apa ending di balik drama misterius ini.

saya adalah salah satunya, aktor dalam drama yang tidak pernah saya tau kapan dan bagaimana akhirnya. bahkan, untuk memahami alur satu scene saja saya suka kelimpungan sendiri. maklum, saya termasuk orang yang agak 'lamban'. dan  sebagai aktor, rasa penasaran saya terhadap alur cerita selanjutnya tak bisa dipungkiti. saya ingin membaca bagaimana alur cerita drama ini dengan lengkap dari awal hingga akhir supaya saya bisa mengira-ngira kapan saya harus mengeluarkan air mata dan kapan saya harus tertawa lebar-lebar. ya, inilah kehidupan, kita memang tidak akan pernah tau apa yang terjadi besok, bahkan hari ini. tapi satu hal yang pasti, kejadian demi kejadian tidak pernah berlalu begitu saja- kita perlu 'mengalami' dan 'memaknai' setiap adegan dengan cara yang luar biasa.








menulis


buat sebagian orang, menulis bisa jadi adalah sebuah momok mengerikan. menulis artikel ukuran satu lembar kertas A4 saja bisa memakan waktu hingga dua sampai tiga jam, atau bahkan lebih. buat sebagian yang lainnya,kegiatan tulis menulis dilakukan hanya untuk memenuhi tuntutan hidup, kita sebut saja tugas per-kuliah-an. dan sebagian yang lainnya lagi, di pelosok-pelosok tersembunyi ada orang-orang yang tergila-gila untuk menulis. berbagai ragam usia, tokoh, genre, dan motivasi menulis ada disana.  

yang saya maksud tulisan disini adalah sesuatu yang sifatnya tidak melulu mesti luar biasa. sesederhana apapun, tulisan tetap adalah tulisan- sesuatu yang memperkaya batin. Semalam, saya iseng membongkar-bongkar folder-folder yang sudah lama tersimpan rapi di laptop. folder-folder tersebut mungkin sudah berdebu karena sudah lama sekali tak pernah saya sentuh- bahkan saya hampir melupakannya.

pekatnya langit menemani saya malam tadi. seperti asyik sendiri, saya membaca satu persatu tulisan- tulisan lama saya dalam folder-folder tak bernyawa itu. betul-betul asyik, seperti sedang melakukan perjalanan tour ke masa lalu. tulisan yang mayoritas berisi tentang 'kisah pengalaman hidup' saya itu sukses mempermainkan emosi saya malam tadi. ada berbagai kisah yang sepertinya saya sudah lupa, atau kalaupun saya mengingatnya, saya hanya bisa mengingatnya dengan lalu begitu saja- tidak akan bisa teliti adegan per adegan seperti yang ada di dalam tulisan. saya bersyukur, tulisan saya begitu sederhana dan tidak menarik, namun saya tidak pernah berhenti menulis. tulisan itu kini menjadi pengalaman yang abadi, yang tak akan pernah lekang dimakan zaman dan waktu.

ada pepatah yang mengatakan "yesterday is a history, tomorrow is a mistery and today is a gift" Kemarin adalah sejarah, besok adalah sebuah misteri dan hari ini adalah sebuah hadiah. waktu berjalan dengan cepatnya, kita terus bertumbuh, hari kemarin akan berlalu, banyak hal akan dilupakan, tetapi dengan menulis, semua keindahan akan abadi. sejarah akan menjadi sejarah yang akan terus diingat orang :)


selamat menulis ! :)