PA 1 Tim 5:1-2

1 Timotius 5: 1-2
 Mengenai saudara-saudara seiman
Alkitab terjemahan baru:

(1)Janganlah engkau keras terhadap orang yang tua, melainkan tegorlah dia sebagai bapa. Tegorlah orang-orang muda sebagai saudaramu.(2)perempuan-perempuan tua sebagai ibu dan perempuan-perempuan muda sebagai adikmu dengan penuh kemurnian.

Alkitab bahasa Indonesia sehari-hari:

(1) Janganlah engkau memarahi dengan keras orang yang lebih tua daripadamu melainkan ajaklah dia mendengarkan kata-katamu seolah-olah ia bapakmu. Perlakukanlah orang-orang muda sebagai saudara,(2) dan wanita-wanita tua sebagai ibu. Wanita-wanita muda hendaklah engkau perlakukan sebagai adik, dengan sikap yang murni.

English Version:

(1) DO NOT sharply censure or rebuke an older man, but entreat and plead with him as [you would with] a father. Treat younger men like brothers;(2) [Treat] older women like mothers [and] younger women like sisters, in all purity.

___________________________________________________________________________________
PA induktif:

        O ---------------->    I    ------------------>  A  


     (Observasi)                    (Interpretasi)                                         (Aplikasi)


  1. Observasi (pengamatan): What the bible says
  2. Interpretasi(penafsiran): What the bible means to the original recepients
  3. Aplikasi(penerapan): What the bible means to me


Observasi:

Who+ why? 
Both early tradition and the salutations of the pastoral letters(surat penggembalaan. Paulus menulis surat ini kepada Timotius, Titus, Filemon. sisanya surat paulus adalah untuk jemaat) themselves confirm paul as their author. During his fourth missionary journey, Paul had instructed Timoty(yang disebut Paulus: "my true son in faith") to care for the church at ephesus(1:3) while he went to Macedonia. When he realized that he might not return to Ephesus in the near future(3:14-15), he wrote the first letter to Timothy to develop the charge he had given his young assistant (1:3,18), to refute false teachings(1:3-7,4:1-8,6:3-5,20-21) and to supervise the affairs of the growing Ephesian church(church worship)

A major problem in the Ephesian church was a heresy(ajaran sesat) that combined Gnosticsm(Gnostik, mengakui Allah tapi tidak mengakui Yesus, see intro to 1 John, Gnosticism: ini sebabnya mengapa Yohanes dalam suratnya sering menyebut bahwa Yesus itu adalah Allah.), Decadent Judaism(1:3-7) and false asceticism (4:1-5; mengagung-agungkan ritual)


When+ where?
1 Timothy was written sometime after the events of Act28(c 63-65, kira-kira 30 tahunan setelah Yesus meninggal), at least eight years after Paul's three year stay in Ephesus (Act 19:8, 10; 20:31)


What?
(1)Janganlah engkau keras terhadap orang yang tua, melainkan tegorlah dia sebagai bapa. Tegorlah orang-orang muda sebagai saudaramu.(2)perempuan-perempuan tua sebagai ibu dan perempuan-perempuan muda sebagai adikmu dengan penuh kemurnian
(1)Do not rebuke an older man harshly, but exhort him as if he were your father. Treat younger men as brothers, (2)older women as mothers, and younger women as sisters, with absolute purity

  • Dalam versi NIV kata tegorlah: treat (memperlakukan)
  • Kalimat pertama tentang orangtua lakilaki spesial, karena bentuk tunggal. (man, father), sedangkan yang lainnya bentuk jamak (women, mothers, sisters, brothers)---> mungkin karena adanya jenjang status gender pada saat itu, dilihat dalam pasal-pasal sebelumnya dimana kedudukan laki-laki lebih tinggi dari perempuan.

Interpretasi: 
  • Perintah untuk menghormati orang yang lebih tua. memperlakukan laki-laki tua sebagai ayah, laki-laki muda sebagai saudara, perempuan tua sebagai Ibu, dan perempuan muda sebagai saudara. 
  • Perintah untuk menghormati orang yang lebih tua ternyatta sangat penting, bahkan sama pentingnya dengan menghormati Tuhan. (Lih Im 19 :32) "Engkau harus bangun berdiri di hadapan orang ubanan dan engkau harus menaruh hormat kepada orang yang tua dan engkau harus takut akan Allahmu; Akulah Tuhan Allahmu" ada yang spesial di ayat ke 32. Bila diperhatikan, ayat sebelum dan sesudahnya di akhir ayat Tuhan berkata : Akulah Tuhan  Allahmu, sedangkan ayat 32 itu ada kalimat: dan engkau harus takut akan Allahmu; Akulah Tuhan Allahmu" . Mungkin ini artinya bahwa sedemikian pentingnya menghormati orangtua sehingga menghormati orangtua dianggap setara pentingnya dengan menghormati Tuhan Allah.
  •  Analogi yang digunakan oleh Paulus : keluarga. mengapa? karena keluarga adalah kelompok persekutuan yang paling kecil yang paling dekat dengan kehidupan kita. sebuah keluarga pasti memiliki ikatan yang tidak bisa diputuskan, perlakuan kita terhadap keluarga pun pasti berbeda dengan orang yang bukan keluarga. jadi, Paulus dalam suratnya kepada Timotius mengajak kita untuk memperlakukan saudara-saudara seiman layaknya keluarga.
Aplikasi umum
  • Seringkali kepedulian kepada orang lain (saudara-saudara seiman) masih kurang, takut untuk menegur jika mereka melakukan kesalahan(cari aman), atau lebih sering membicarakan di belakang dibanding berbicara langsung dengan maksud menasihati. terkadang, seandainya jika menegur pun motivasinya suka tidak tulus (hanya ingin mencari cari kesalahan, bukan mengharapkan yang terbaik dari orang yang ditegur)
  • Perlakukanlah orang yang lebih tua sebagai orangtua, dan orang muda sebagai saudara. Mau menghormati mereka, belajar untuk memperhatikan, peduli, dan mengasihi layaknya kasih kepada anggota keluarga.
  • Perhatikan cara menegur orang lain, tegurlah orangtua dengan hormat selayaknya seorang bapa, laki-laki muda sebagai saudara(kakak/adik) wanita muda sebagai Ibu, wanita muda sebagai saudara(adik atau kakak)

Aplikasi khusus 
  • Perenungan pribadi dan komitmen ketaatan

Percikan kisah-kisah biasa 

yang sebenarnya tak biasa  di lembar ini 

adalah
 
bukti nyata cintaNya 

yang tak bisa dibantah. 

Karena sesungguhnya  

kasihNya nyata dalam perjalananku.

Walking with Him

I've walked alone for a long time
only looking down on the roads

One day He has shown to me
at a corner of my ways.
He has pointed the way for me
who had no idea of the right path to go.
and He lied me to the way
holding my hand.
The first time of walking with him was so joyful
that I walked with delight

The way, however, was very long.
It was very tiring and my feet hurt.

Other seemed to walk easily and fast.

I looked upon Him
I asked Him to carry me by himself.
but??
He just walked without saying anything holding my hand.

I saw many beautiful things beside my road.
though shook His head,
I tried more and more to became free of His hand.
escaping from Him,
I saw him getting farther behind me.
I tried not to turn back to see.
and as time goes by,
my memory faded away.
I had many people who indulged me
and rode speed cars.
But the day became darkened.
The bright lights turned off ane by one.
Those which made me pleasant
were getting stopped
my feet were so weakened.
It was very hard to walk alone

He was reaching his hands to me
silently at the back side of me.
just as he was at first time.

I'm walking the old way once again.

There would be many hills ahead of that way.
There might be many things that can turn my eyes unto.
but I will not take his hands away anymore,
because as I know taht my hands are bound with Him tigthly
Who is walking with me.

Aku dan kamu

hey kamu!

Rasanya baru sebentar aku mengenalmu.

tapi keteriakatan ini sungguh kuat.

bagaikan tali yang diikat begitu rupa.

tak lagi bisa kulepas.

kurasa ini tidak sembarang.

Aku sadar telah begitu mempedulikanmu.

Aku sadar aku memperhatikanmu.

padahal, siapa kamu?

sebelumnya pun aku tak pernah begitu ingin tahu tentangmu.

Aku tau ini nampak tak nyata.

mungkin kau pun rasa begitu.

Entahlah,

Tapi aku melaluinya bersamamu.

Entah,

mungkin rasa 'kecewa' yang samasama kita alami

yang telah mengiring kita.

berdua, bersama,

ke sebuah peraduan yang mengikat.

Mungkin itu memang mulanya.

namun, kini taklagi.

kurasa saat ini,

hubungan kita bukanlah sekedar mengisi kekosongan,

mengupayakan peng utuhan,

mencari pelarian.

kurasa....

(kubilang ini hanya rasaku),

kini kita berada dalam pengasingan sebuah persahabatan yang diikat tali kasih.

siapa yang mengikat?

kurasa aku mulai mengerti, kuharap kamupun begitu.

Jelas terlihat dari kehadiranNYa dalam hubungan ini.

ya, tentu saja Dia pengikatnya.

aku bertrimakasih padaNya untuk kehadiranmu.

Kau memang tak sempurna, aku apalagi.

namun aku tau. kita sedang bersama bertumbuh.

Percaya saja, kita hanya sedang bertumbuh.

Dia yang katakan itu padaku!
Sesaat baru saja kulihat biru

sekarang hitam.

besok pasti akan biru

kemudian tak lama hitam lagi

biru lagi,

hitam lagi.

ya....


begitu cepat langit berganti.

sesaat siang,

kemudian malam menjelang.

besok pasti biru kujelang.

kemudian akan malam lagi.

Ya. begitulah.

biru dan hitam berganti.

begitu cepat

seolah mengisyaratkanku untuk segera beranjak.

beranjak persiapkan diriku.

bangkit dari tidurku,

bergegas pergi

merangkai simphoni baru

yang dia siapkan untukku.



lebih kurang 1 bulan setengah lagi,

limapuluhan hari lagi

aku beranjak dari mimpi,

bergegas hadapi hari baru

dengan sebongkah kejutan untuk sang terasing


Ya, lebih kurang 1 bulan setengah lagi.

waktunya aku mempersiapkan diri.

sebelum segala sesuatunya dimulai.

aku ingin dipersiapkan olehMu


aku ingin benar-benar siap sebelum memulai
Anak Jalanan, Hilangnya Tanggung Jawab Pemerintah
Minggu, 12 Juli 2009 | 04:33 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Banyaknya anak jalanan di Jakarta  karena pemerintah membiarkan terjadinya arus urbanisasi.  "Penyebab banyaknya anak jalanan di Kota Jakarta akibat kurangnya upaya pemerintah mencegah urbanisasi," kata Direktur Eksekutif Yayasan ISCO (Indonesian Street Chlidren Organization) Ramida Siringoringo di Jakarta, Sabtu (11/7).
   
Urbanisasi yang berlangsung sejak lama di Kota Jakarta, lanjut dia, terjadi akibat banyak masyarakat pedesaan yang tergiur bekerja di ibukota karena menganggap Jakarta sebagai tempat yang baik untuk mengadu nasib."Banyak masyarakat di pedesaan yang menjual lahan pertanian kemudian mengadu nasib ke ibukota. Namun, setelah sampai di Jakarta mereka akhirnya tidak bisa berbuat apa-apa sehingga menjadi bagian dari penduduk miskin. Kondisi itu diperparah karena pemerintah tidak mau mengurusi," ujar Direktur Eksekutif Yayasan ISCO, yayasan yang banyak membantu dana pendidikan bagi anak jalanan,.
   
Salah satu upaya mencegah terjadinya urbanisasi ke kota Jakarta menurut Ramida Siringoringo yakni pemerintah harus membuka lapangan kerja seluas-luasnya di pedesaan. "Jika lapangan pekerjaan ada di daerah mereka, tidak mungkin masyarakat dari pedesaan berlomba-lomba mengadu nasib ke Jakarta," ujar Direktur Eksekutif Yayasan ISCO tersebut
   
Berdasarkan data Badan Pusat Stistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Indonesia mengalami peningkatan pada 2008 yakni mencapai 41, 2 juta jiwa. "Selain akibat arus urbanisasi, meningkatnya angka kemiskinan juga disebabkan kenaikan harga kebutuhan pokok dan tidak stabilnya perekonomian dunia yang berimbas pada meningkatnya kemiskinan di Indonesia," katanya.
   
"Ironisnya, dampak kemiskinan orang tua mereka dirasakan oleh sebagian besar anak sehingga banyak di antara mereka hidup dan tumbuh keras di jalanan tanpa merasakan sentuhan pendidikan sebagai fundamental dasar dalam meraih cita-cita mereka kelak," ungkapnya.
   
Pada kesempatan yang sama, Pendiri Yayasan ISCO, Josef Fuchs mengungkapkan, ISCO menargetkan akan membantu 200.000 anak kurang beruntung untuk ikut mengenyam pendidikan seperti anak lainnya.
   
"Setelah membantu 2000 anak selama 10 tahun ini, kami akan lebih banyak lagi memberikan bantuan pendidikan dan kesehatan kepada anak-anak kurang beruntung di Indonesia untuk dapat mewujudkan cita-cita mereka," kata Josef Fuchs.

sumber :  http://edukasi.kompas.com/read/2009/07/12/04335560/Anak.Jalanan..Hilangnya.Tanggung.Jawab.Pemerintah.
" Yang sebenarnya adalah bukan apa yang kamu lihat,
tapi bagaimana kamu melihat "
*Bank NISP, Sustagen Junior, istana seluncur es, bank Niaga, Gramedia, Mc Donald, CFC, Smart Corner, Matahari departement store, susu bebelac*








Huaiiiii!!!! hehehe.
kira-kira lebih kurang 135 menit yang lalu gue beranjak dari depan komputer menuju keluar kamar. Dengan langkah yang mantap, gue menuju sebuah lemari besar kemudian membuat sebuah keributan yang lumayan menarik perhatian. "grusak grusuk grusak grusuk"

Tidak lama kemudian, bokap gue menghampiri anaknya yang manis ini dengan langkah yang pasti dan suara lantang. kemudian bokap gue berkata:
"Ayuu, kamu ngapain sih grasak grusuk malem malem begini?"

Dengan tampang sok innocent gue menjawab pertanyaan bokap gue, kemudian terjadilah percakapan berikut:
gue :"mmm, ini pah lagi nyari piagam..." dilanjutkan dengan senyuman garing "he he he".
bokap :" oh, kirain ngapain bongkar-bongkar lemari malem-malem begini.. nyari piagam?? hmmm, itu ada kok disana itu, di dalem sana (sambil menunjuk ke lemari tersebut) kira-kira empat biji kayanya papa simpen disitu.

Spontan gue mikir "hah? empat biji??? piagam gue kan ratusan...--''."
ga lama kemudian bokap gue ngomong lagi:
bokap : "itu apa tuh yang di depan mata, yang kotak warna merah bahan beludru itu tuh".
gue : "haaaa? mannaaa?"
bokap : '' itu, gede begitu di depan mata kaga keliatan? "
gue : "hah??? perasaan kaga adaaa? mana si yaa?"

tik tuk tik tuk.... beberapa detik terbuang percuma *gue emang suka kelamaan mikir nih : buang-buang waktu. hehe*

hmmmmm, TERNYATA...oh ternyata...... yang dimaksud bokap gue itu tuh piagam plakat!! hahaha. you know 'plakat'? itu loh yang terbuat dari kayu, terus dilapisi logam (lumayan berat) yang bisa dibediriin, buat dipajang. kebayang?? (kapan-kapan gue upload yaa fotonya :)) sedangkan..... yang gue maksud tuh "piagam sertifikat".

kata bokap gue : " cuapeeeee "
krik krik. hahaha

***

Pencarian akhirnya dilanjutkan. Dan, setelah menghabiskan berpuluh-puluh menit untuk mencari dan mengumpulkan beberapa, akhirnya......inilah hasilnya...... hehehe :)

bank Lautan berlian, Bhayangkari indonesia, Auto 2000 :))












Pohon mangga part 1

Beberapa bulan yang lalu ada seorang tetangga yang meminta ijin ke papa saya untuk numpang nanem pohon mangga di jalanan persis depan rumah. Kenapa musti depan rumah saya? ya karena depan rumahnya dia itu rumah orang, jadi ga mungkin kan nanem pohon di dalem rumah orang? Nah, jadi intinya dia ga ada lahan.

Nah, singkat cerita itu buah udah ditanem di tempat yang direncanakan sama si om-om itu dan juga udah disetujui papa saya. Btw, ga singkat juga sih... karena ya prosesnya lumayan panjang, dia bawa pohon mangga yang uda setenga gede gitu beserta seorang tukang. Gatau deh itu tukang mangga apa tukang pohon mangganya atau siapanya kali. Pokonya dia itu yang akhirnya nanemin pohon mangga itu sampe akhirnya sekarang tuh pohon ngejogrok di sana- di sebelahnya pohon belimbing yang masih remaja, tanaman lidah buaya dan tanaman daun sirih.

Berminggu-minggu itu pohon ada disana, papa saya mulai gatel sama itu taneman. Sedikit informasi: papa saya memang tanaman holic banget deh. Kalo ngomongin soal pertanaman dan perkebunan sama dia, pasti ga akan berenti-berenti sebelom kita yang mengakhiri pembicaraannya. Itu baru ngomongin doang, nah kalo tanamannya di depan mata? Wah, bisa-bisa tiap hari dibahas, dipandangin, diliatin, dan diurusin. Walaupun bukan punya dia! Percaya ga? Saking cintanya tuh dia sama tanaman.

Ngomong-ngomong, kok jadi ceritain papa saya ya? Tadi saya lagi ngomongin tentang tangan papa saya yang ‘gatel’ liat itu tanaman kan? Tau ga? Dia melakukan ‘sesuatu’ yang akhirnya membuat tanaman itu berubah! Ya, dalam sekejap ada yang aneh sama itu pohon. Agak lebay sih saya. Hehe. intinya, Tau ga? Tiba-tiba dalam waktu yang singkat di bagian pucuk tanaman itu ada daun-daun yang warnanya kuning. Nah, saking bodohnya saya saat itu saya bilang gini ke papa saya: ”Pah, pohonnya mati ya itu kering daun atasnya pada kuning-kuning, jadi beda gitu warnanya”. Trus papa saya bilang ”enak aja mati. Itu baru numbuh tauk. Daun baru numbuh kan warnanya kuning”- ini adalah sebuah tanda nyata kalau saya memang bener-bener bodoh. Masa udah dua puluh tahun hidup di negara tropis yang penuh tanaman baru tau sih kalo daun yang muda itu warnanya kuning? –pembelaan ah sedikit: mungkin saya lupa, bukannya gatau. Hehe

Mau tau ga apa yang dilakukan papa saya sampe itu pohon begitu? begitu maksudnya tuh bertambah lebat, bertumbuh lebih cepat dari yang semestinya. Ternyata, papa saya itu khusus ngambil pupuk yang biasa diapake kebun di Sukabumi. Khusus buat itu pohon. Lumayan kebayang ga sih seberapa pentingnya itu pohon buat papa saya sampe-sampe dia mentingin segitunya, ngambil pupuk dari kebun nun jauh disana hanya untuk satu pohon ini aja.

Pas ngobrol-ngobrol sama papa saya, saya akhirnya baru tau ternyata dia cuma geregetan ngeliat itu taneman ga numbuh-numbuh. Katanya” papa geregetan sih, masa uda setengah bulan ga ada tanda-tanda pertumbuhan sih? Ga bergerak-bergerak, begitu aja itu taneman. Segitu-gitu aja”. Eh pas uda dikasih pupuk osindo, langsung deh tuh tancep gas itu taneman, jadi makin lebat, jadi tumbuh daun-daun baru, batangnya bertambah panjang, dan yang terpenting “sekarang jadi lebih enak dilihat. Kan asik tuh rame gitu daunnya.”- jadi tambah demen negliatinnya.

Saya agak cekikikan dalam hati mendengar cerita papa saya itu. Kesimpulan saya adalah, ya dia penasaran liat itu taneman ga numbuh-numbuh makanya dipakein pupuk khusus buat numbuhin secara cepat.

Guys, tau ga? Hidup kita itu sebenarnya bisa diibaratkan seperti pohon mangga itu. Ditempatkan di tempat dimana aja suka-suka yang mau nanem, padahal belom tentu itu pohon seneng ditanem di depan rumah saya. tapi, mau gamau dia harus mau ditanem disitu. Tapi, setelah ditanem dia kan ga dibiarinin gitu aja, dia diurus, diperhatiin, bahkan sampe dikasih pupuk khusus yang dibawa dari jauh. Supaya apa? Supaya tanaman itu bisa tetep idup, dan terus bertumbuh.

Guys. Hidup kita itu bener-bener mirip banget kaya pohon. Tuhan Yesus menempatkan kita dimana aja sesuai kehendak Dia, dan pastinya udah Dia pikir-pikir dulu dan di sesuain sama rencanaNya.

Mzm 139:13,16 Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya.

Setelah kita di tanem, kita ga ditinggalin gitu aja, kita terus-terusan diliatin, diperhatiin, diurusin, dan dikasih makanan rohani supaya kita bertumbuh. Makanan rohani? Apa itu? Firman Tuhan, yang bisa kita dapetin lewat roti hidup a.k.a alkitab.

Alat pertama yang sigunakan Tuhan untuk membentuk kita adalah Alkitab

Matius 4:4 (bis) Yesus menjawab, "Di dalam Alkitab tertulis: Manusia tidak dapat hidup dari roti saja, tetapi juga dari setiap perkataan yang diucapkan oleh Allah. II Timotius 3:15, 16 (tb) Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran

"Siapa yang rajin makan, pasti akan cepet bertumbuh.

Dan yang perlu diingat: pertumbuhan itu asalnya Cuma dari Allah saja. Kita ga akan bertumbuh, kalo bukan Allah yang memberi pertumbuhan. 1 korintus 3:6b tetapi Allah yang memberi pertumbuhan. Yeremia 11:17 TUHAN semesta alam, yang telah membuat engkau tumbuh.


Mas Mas tukang nganter makanan

Mas Mas tukang nganter makanan

Beberapa hari ini saya terpaksa sendirian lagi di rumah, karena papa saya sedang ke luar kota.
Hari sudah mulai sore, jam dinding menunjukkan pukul tiga lewat sepuluh menit beberapa detik dan perut saya sangat lapar! Saya belum makan apa-apa sejak pagi karena satu dan lain hal , dan pada saat perut saya mulai berdemonstrasi dengan spanduk bertuliskan “keroncongan”, “lapar”,”lapar” saya baru menyadari sama sekali tidak ada makanan di rumah.

Pikiran saya langsung tertuju untuk memesan makanan dengan pesanan layan antar. Ada beberapa pilihan restoran singgah di pikiran saya. Setelah bergumul dalam waktu yang sangat singkat, akhirnya pilihan saya jatuh pada restoran masakan cina alias chinese food dekat rumah. Ingat dengan jempolan yang pernah saya muntahin? Ya, itu adalah restoran yang sama yang saya maksud.

Sesegera mungkin saya bergegas menuju telepon, memutar no telepon restoran tersebut, berbicara dengan si empunya restoran, memesan makanannya di akhiri dengan kalimat “tolong cepetan ya om pesenannya. Makasih om ”. Aaaaa, saya laparrrr!

Tidak perlu menunggu lama, selang beberapa belas menit kemudian seorang mas-mas berkaos biru tua dengan topi di kepalanya mendarat dengan sebuah sepeda persis di depan rumah saya. Ya, dialah pengantar makanan itu!

Seketika itu juga dengan mata berbinar, air liur mulai mengalir, saya membuka pintu, menghampiri mas-mas bersepeda itu dan segera memberikan uang sebesar lima puluh ribuan sembari berharap untuk segera makannnn!

Namun, ketika hendak menyodorkan uang kertas bergambar I gusti Ngurah Rai itu saya baru teringat sesuatu!! Ternyata ada yang kelupaan! Saya lupa bilang ke engko-engko restorannya kalo uang saya itu lima puluh ribuan. Biasanya memang kalo mau pesen makanan, harus bilang ke engko-engko nya mau bayar pake uang berapaan, jadi biar langsung dibawain kembalian gitu.
Nah, tadi itu. Karena saya kelaparan, ga konsentrasi, saya terburu-buru jadinya lupa bilang deh. Saya akui, ini sih murni kesalahan saya.

Total makanan yang saya pesen itu harganya dua puluh tiga ribu rupiah. Dan, saya beneran ga punya uang pas. ketika saya mau kasih uangnya ke mas-mas yang nganterin, mas-masnya ngomong gini,

Mas-masnya : “ yah ga ada uang kecil?”
Saya : “Ga ada mas“.(beneran emang lagi ga ada uang kecil sama sekali di rumah saya).

Trus sambil mulai stengah asem setengah kecut mukanya mas-mas yang nganter makanan bilang gini,

Mas-masnya : ” Yah, tadi kenapa ga bilang sama si engko?......”
Saya : ” Ya... itu diaa...tadi tuh saya beneran lupaaa mas. Soriiii...”.

Mas-masnya makin asem mukanya, terus dia ambil dompet dari saku belakang celananya, dibukanya dompet hitam itu dan diliat ada kembalian apa ngga buat saya. Terus dia nyodorin uang lima belas ribu sambil bilang:

Mas-masnya : “ Ga ada nih kembaliannya....”
Saya : “ Oooo. Gituu. yaudah deh gimana kalo mas ambil dulu aja ke engko nya sebentaran”

Tambah kesel dan mau ngambek kayanya dia denger saya ngomong enteng gitu. hehe

Mas-masnya : ” Ya elah jadi bolak balik kan tapi sayanya”
Saya : ” Ya sori ya mas kan tadi saya beneran lupa. Kan, sebentar doang gitu mas balik ke engkonya saya tungguin deh”

Beberapa detik mas-masnya sempet diem. Namun, tak lama kemudian tanpa sepatahkatapun keluar dari bibirnya ia langsung menggoes sepeda tua yang sejak semula dikendarainya. Mas-mas nya pergi begitu aja tanpa basa-basi. Benar-benar terlihat kalo dia kesal dan kecewa sama saya.

Sebenernya saya agak bingung sih kenapa mas-masnya begitu. Karena kan dipikiran saya itu, letak restorannya kan deket banget dari sini, lagipula dia kan naek sepeda, paling lama juga cuma dua atau tiga menit palingan. beda halnya kalo dia jalan kaki dan restorannya jauuuuh banget. Jadi, ini sebenernya bukan hal yang besar kan? Jujur, tadi saya sempet kecolongan untuk ‘kesel’ sama mas-mas nya. “ampun deh mas, saya kan beneran murni lupa. Lagian juga tinggal genjot sepeda bentar apa susahnya sih? Sampe ngeluh-ngeluh begitu. Mukanya asem-asem gitu seolah-olah salahnya saya segede apaa tauu. Padahal juga saya uda minta maaf kan? ”.

Gimana kalo saya jadi mikir ”Laen kali jadi males deh pesen di restoran itu, mas-mas tukang nganter makanannya begitu sih”. Bos nya jadi rugi kan mempekerjakan dia? Sebenernya bos restoran itu bisa punya banyak pelanggan, tapi karena mas-mas yang tukang nganter makanannya jutek, orang jadi males deh pesen makanan disitu. Citra restoran itu akan hancur hanya karena mas-mas tukang nganter makanannya.Banyak orang nyangka ah cuma tukang nganter makanan, ga terlalu penting lah. Tapi, coba deh lihat di contoh kasus ini. Ternyata si pegawai yang tugasnya cuma nganterin makanan ini berdampak sangat besar buat kelangsungan restoran bos nya. Bos nya mungkin mati-matian nyiptain makanan yang enak, harga yang bersaing, menu-menu andalan, tapi toh akhirnya kalo si tukang nganter makanannya ga bisa melayani dengan baik, semuanya akan percuma. Ga akan ada pelanggan yang mau belanja makanan di restoran itu.

Guys, kita sebagai orang Kristen itu sama aja kaya mas-mas yang nganter-nganter makanan itu. Dia kerja sama bos nya si engko-engko restoran jempolan itu, sedangkan kita ya kerja buat Tuhan. Tugasnya kita ya nganterin berita tentang firman Tuhan ke banyak orang di belahan dunia

Sebagai orang kristen, hidup kita tiap hari itu jadi sorotan. Hidup kita selalu diliatin berbagai pasang mata. Cara kita bergaul, cara kita bersikap, cara kita bicara, cara kita menanggapi persoalan, dan menangani masalah di dalam kehidupan sehari hari akan menjadi kesaksian hidup orang kristen. I Petrus 2:12 bis Kelakuanmu di antara orang yang tidak mengenal Tuhan haruslah sangat baik, sehingga apabila mereka memfitnah kalian sebagai orang jahat, mereka toh harus mengakui perbuatanmu yang baik, sehingga mereka akan memuji Allah pada hari kedatangan-Nya.

Guys, cara kita memperlakukan seseorang akan mempengaruhi cara pandang orang tersebut terhadap Tuhan kita. Dan mungkin juga akan mempengaruhi keputusannya untuk ikut Tuhan atau ngga. Gal 2:14 bis Begitu saya melihat bahwa mereka tidak bersikap sesuai dengan kebenaran Kabar Baik itu, saya berkata kepada Petrus di depan semua orang yang hadir di situ, "Kalau Saudara sebagai orang Yahudi sudah hidup seperti orang bukan Yahudi, mengapa Saudara sekarang mau memaksa orang-orang lain hidup seperti orang Yahudi?

Atau jangan-jangan ada orang-orang yang udah mau deket sama Tuhan jadi jauh gara-gara ngeliat kelakuan kita yang ngga banget sebagai anak-anak Allah? Saya pernah punya pengalaman sama temen saya yang baru mau kadi Kristen. Beberapa kali dia diajak sama temen kampusnya untuk ikut komsel disatu gereja dan puji Tuhan dia mau ikut komsel itu. Tiba-tiba beberapa minggu berikutnya dia ga pernah komsel lagi, trus kalo lagi diajakin ngomong tentang Tuhan Yesus pasti dia jadi ogah-ogahan dan kesannya buruk. Hingga suatu kali ketika saya desak dengan pertanyaan-pertanyaan, dia jawab gini “orang Kristen aja hidupnya gitu, gue baru tau tuh”. Ternyata selidik punya selidik, dia ada masalah terus dikecewain sama temen kampusnya itu yang orang Kristen, yang ngajak dia komsel pertama kali. Sejak masalah itu, mereka ga berhubungan sama sekali. Akhirnya temen saya ini ya luntang-lantung aja gitu kisah kehidupan rohaninya dengan kesan akhir kurang baik tentang orang Kristen.

Nah guys, bayangin deh...serius banget kan ternyata peran kita? Titus 2:7 tb dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu. I Petrus 3:2 bis sebab mereka melihat kelakuanmu yang murni dan saleh.

Jadi? Jangan main-main guys dengan status kehormatan kita sebagai anak-anak Allah. Semua mata selalu memandang kepada kita. Kelakuan-kelakuan, kata-kata, sikap-sikap kita yang baik akan memuliakan Tuhan Allah. Sedangkan apabila kehidupan kita mencerminkan kebalikannya, bukannya memuliakan malah justru kita akan mempermalukan Tuhan kita.

Inget selalu, kalo kita ini punya tugas dan tanggungjawab yang besar di dunia ini. Jadi kita ga boleh hidup dengan sembarangan semau-maunya kita, melainkan kita harus hidup menjadi garam dan terang dimanapun kita berada. Matius 5:13 Tb Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.