Mengenai saudara-saudara seiman
Alkitab terjemahan baru:
(1)Janganlah engkau keras terhadap orang yang tua, melainkan tegorlah dia sebagai bapa. Tegorlah orang-orang muda sebagai saudaramu.(2)perempuan-perempuan tua sebagai ibu dan perempuan-perempuan muda sebagai adikmu dengan penuh kemurnian.
Alkitab bahasa Indonesia sehari-hari:
(1) Janganlah engkau memarahi dengan keras orang yang lebih tua daripadamu melainkan ajaklah dia mendengarkan kata-katamu seolah-olah ia bapakmu. Perlakukanlah orang-orang muda sebagai saudara,(2) dan wanita-wanita tua sebagai ibu. Wanita-wanita muda hendaklah engkau perlakukan sebagai adik, dengan sikap yang murni.
English Version:
(1) DO NOT sharply censure or rebuke an older man, but entreat and plead with him as [you would with] a father. Treat younger men like brothers;(2) [Treat] older women like mothers [and] younger women like sisters, in all purity.
___________________________________________________________________________________
PA induktif:
O ----------------> I ------------------> A
(Observasi) (Interpretasi) (Aplikasi)
- Observasi (pengamatan): What the bible says
- Interpretasi(penafsiran): What the bible means to the original recepients
- Aplikasi(penerapan): What the bible means to me
Observasi:
Who+ why?
Both early tradition and the salutations of the pastoral letters(surat penggembalaan. Paulus menulis surat ini kepada Timotius, Titus, Filemon. sisanya surat paulus adalah untuk jemaat) themselves confirm paul as their author. During his fourth missionary journey, Paul had instructed Timoty(yang disebut Paulus: "my true son in faith") to care for the church at ephesus(1:3) while he went to Macedonia. When he realized that he might not return to Ephesus in the near future(3:14-15), he wrote the first letter to Timothy to develop the charge he had given his young assistant (1:3,18), to refute false teachings(1:3-7,4:1-8,6:3-5,20-21) and to supervise the affairs of the growing Ephesian church(church worship)
A major problem in the Ephesian church was a heresy(ajaran sesat) that combined Gnosticsm(Gnostik, mengakui Allah tapi tidak mengakui Yesus, see intro to 1 John, Gnosticism: ini sebabnya mengapa Yohanes dalam suratnya sering menyebut bahwa Yesus itu adalah Allah.), Decadent Judaism(1:3-7) and false asceticism (4:1-5; mengagung-agungkan ritual)
When+ where?
1 Timothy was written sometime after the events of Act28(c 63-65, kira-kira 30 tahunan setelah Yesus meninggal), at least eight years after Paul's three year stay in Ephesus (Act 19:8, 10; 20:31)
What?
(1)Janganlah engkau keras terhadap orang yang tua, melainkan tegorlah dia sebagai bapa. Tegorlah orang-orang muda sebagai saudaramu.(2)perempuan-perempuan tua sebagai ibu dan perempuan-perempuan muda sebagai adikmu dengan penuh kemurnian
(1)Do not rebuke an older man harshly, but exhort him as if he were your father. Treat younger men as brothers, (2)older women as mothers, and younger women as sisters, with absolute purity
- Dalam versi NIV kata tegorlah: treat (memperlakukan)
- Kalimat pertama tentang orangtua lakilaki spesial, karena bentuk tunggal. (man, father), sedangkan yang lainnya bentuk jamak (women, mothers, sisters, brothers)---> mungkin karena adanya jenjang status gender pada saat itu, dilihat dalam pasal-pasal sebelumnya dimana kedudukan laki-laki lebih tinggi dari perempuan.
Interpretasi:
- Perintah untuk menghormati orang yang lebih tua. memperlakukan laki-laki tua sebagai ayah, laki-laki muda sebagai saudara, perempuan tua sebagai Ibu, dan perempuan muda sebagai saudara.
- Perintah untuk menghormati orang yang lebih tua ternyatta sangat penting, bahkan sama pentingnya dengan menghormati Tuhan. (Lih Im 19 :32) "Engkau harus bangun berdiri di hadapan orang ubanan dan engkau harus menaruh hormat kepada orang yang tua dan engkau harus takut akan Allahmu; Akulah Tuhan Allahmu" ada yang spesial di ayat ke 32. Bila diperhatikan, ayat sebelum dan sesudahnya di akhir ayat Tuhan berkata : Akulah Tuhan Allahmu, sedangkan ayat 32 itu ada kalimat: dan engkau harus takut akan Allahmu; Akulah Tuhan Allahmu" . Mungkin ini artinya bahwa sedemikian pentingnya menghormati orangtua sehingga menghormati orangtua dianggap setara pentingnya dengan menghormati Tuhan Allah.
- Analogi yang digunakan oleh Paulus : keluarga. mengapa? karena keluarga adalah kelompok persekutuan yang paling kecil yang paling dekat dengan kehidupan kita. sebuah keluarga pasti memiliki ikatan yang tidak bisa diputuskan, perlakuan kita terhadap keluarga pun pasti berbeda dengan orang yang bukan keluarga. jadi, Paulus dalam suratnya kepada Timotius mengajak kita untuk memperlakukan saudara-saudara seiman layaknya keluarga.
- Seringkali kepedulian kepada orang lain (saudara-saudara seiman) masih kurang, takut untuk menegur jika mereka melakukan kesalahan(cari aman), atau lebih sering membicarakan di belakang dibanding berbicara langsung dengan maksud menasihati. terkadang, seandainya jika menegur pun motivasinya suka tidak tulus (hanya ingin mencari cari kesalahan, bukan mengharapkan yang terbaik dari orang yang ditegur)
- Perlakukanlah orang yang lebih tua sebagai orangtua, dan orang muda sebagai saudara. Mau menghormati mereka, belajar untuk memperhatikan, peduli, dan mengasihi layaknya kasih kepada anggota keluarga.
- Perhatikan cara menegur orang lain, tegurlah orangtua dengan hormat selayaknya seorang bapa, laki-laki muda sebagai saudara(kakak/adik) wanita muda sebagai Ibu, wanita muda sebagai saudara(adik atau kakak)
Aplikasi khusus
- Perenungan pribadi dan komitmen ketaatan
























