aneh

ada yang aneh pada sorot matamu
ada yang aneh pada senyummu
ada yang aneh pada wajahmu

aku tau kamu sejak kemarin,
aneh, aku baru mau mengenalmu hari ini.
aku tau aku tidak aneh begini,
aneh, kali ini rasanya berbeda.

aneh, ternyata bukan bola mata itu
aneh, ternyata bukan senyum itu
aneh, ternyata bukan wajah itu

aneh, bukan hal yang lain tapi yang ini,
aneh, rasa ini beda dari yang biasanya.
aneh, karena ada ruang dihatiku
Untuk kamu yang aneh.

benar yang sebenar-benarnya

orang yang benar, sebenar-benarnya tidak benar.

Belakangan ini, semakin banyak saja orang yang suka merasa dirinya benar. Barangkali sejak jaman dulu sudah begitu. Namun, yang sekarang manusianya lebih agresif untuk menunjukkan bahwa saya benar dan kamu salah. (saya juga terkadang termasuk di dalamnya)

yang namanya kebenaran itu sifatnya mutlak. harusnya tidak perlu dirasa-rasa (tidak perlu merasa sepertinya benar), tidak perlu ditonjol-tonjolkan darimana asalnya(tidak perlu merasa hanya saya yang benar). Toh, kebenaran bukan dari kita. Kebenaran hanya datang dari Allah.

Harusnya kita tidak membuang waktu dengan memperdebatkan siapa yang benar. melainkan, memperjuangkan kebenaran yang datangnya (hanya)dari Allah untuk menjadi benar.