beberapa hari yang lalu ketika hang out dengan beberapa orang teman, saya diperlihatkan sebuah foto. di dalam foto tersebut nampak seorang laki-laki bertubuh sangat lebar, dia(yang di dalam foto) adalah rekan kerja teman saya. spontan kami yang melihat foto tersebut komentar "waw, gede banget ya?".
often, spontaneous, kebanyakan dari kita langsung men judge orang bertubuh lebar pasti makannya banyak. atau orang gemuk identik dengan stress. tapi sebenarnya, apakah overweight merupakan
pertanda dari adanya emotional disturbance ? dan apakah orang yang gemuk selalu banyak makan?
pernahkah anda menemukan seolah-olah ada yang salah pada dunia-ada sekelompok orang yang makannya banyak tetapi tubuhnya tetap kurus dan langsing. di belahan bumi lain, ada orang yang kelihatannya sangat gemuk, padahal ia tidak makan sebanyak yang kita bayangkan
So, Which is the biggest
influence on bodyweight for most people?
1.Genetic predisposition
2.Mood effects of eating
3.Fat content of foods
4.Quantity of food
dalam kuliah pengantar psikologi pada semester awal, saya memperoleh jawabannya
The genetics of weight
Kondisi emosional orang gemuk sama saja dengan orang lain dengan berat tubuh rata-rata.
Kelebihan berat badan tidak selalu disebabkan oleh makan berlebihan.
Set Point
Rentang berat badan individu yang dipengaruhi oleh genetik ditentukan oleh mekanisme biologis yang mengatur makanan yang masuk, lemak yang disimpan, & metabolisme.
(Ada basal metabolism rate,
variasinya 10% lebih berat/lebih ringan)
Body weights of twins
Kembar identik memiliki berat badan yang cenderung sama dibandingkan kembar fraternal
Dibesarkan bersama ataupun tidak. Faktor genetik berperan penting pada berat tubuh
The role of leptin
Leptin mengatur kimiawi otak yang mempengaruhi bagaimana hewan dewasa makan.
Mengatur berat badan dengan memperkuat sirkuit syaraf di hypothalamus yg mengurangi nafsu makan & melemahkan sirkuit syaraf yang menambah nafsu makan. hal ini memunculkan hipotesa bahwa bayi yang terlalu banyak diberi makan saat perkembangan hypothalamus akan menyebabkan kegemukan pada anak
The complexity of weight
Penekan nafsu makan saja sering tidak cukup untuk menurunkan berat badan. ada beberapa faktor lain: gen lain dan kimiawi tubuh, hormon yang mengatur rasa lapar, reseptor di hidung, mulut dan perut
Bila gen berperan besar pada
berat badan, dan
sebagian besar orang punya set point yg normal, mengapa semakin banyak orang bertambah
gemuk?
Environment & obesity
Faktor lingkungan yg mempengaruhi berat badan:
1.Semakin meningkatnya makanan yang murah tapi banyak mengandung lemak
2.Kebiasaan makan terburu-buru, tidak dinikmati
3.Peralatan ‘penghemat’ energi seperti remote control
4.Kebiasaan naik kendaraan bermotor daripada berjalan atau bersepeda
5.Memilih menonton dibandingkan olahraga
Cultural attitudes
Di berbagai budaya, dimana makanan adalah komoditas langka, kegemukan dilihat sebagai tanda dari kesehatan
& kesejahteraan pada pria, serta ketertarikan seksual pada perempuan.Ketika orang dari berbagai etnis & kelas sosial bertambah berat badan, pandangan ideal untuk perempuan kulit putih malah bertambah kurus, tapi dengan buah dada yang besar.Pandangan ideal utk pria juga berubah.Otot awalnya dilihat sebagai ciri kelas pekerja, tp sekarang dilihat sebagai simbol kesejahteraan.
Biology vs. culture
Orang dari budaya yang menganggap bahwa kegemukan sebagai tanda dari kesehatan
& keseksian cenderung untuk menjadi gemuk.Orang dari budaya yang menekankan kekurusan cenderung untuk mengalami kelainan makan.Banyak orang dengan kelainan makan memiliki ketakutan tidak beralasan untuk menjadi gemuk.
notes: I got this theory from introduction to psychology class at semester 1, with chapters: motives to eat, by mr. Bimo Wikantiyoso.