Dulu, saya bukan tipe orang yang suka berorganisasi. Saya lebih sering memilih untuk pulang segera dari sekolah, tidur di rumah atau sekedar santai bermain-main dengan teman. Saya hanya terlibat dalam organisasi gereja, dan itupun judulnya pelayanan.
Selama melakoni sebagai pribadi demikian, rasanya sih saya senang-senang saja. Hidup rasanya sangat tenteram, bisa bermalas-malasan karena sangat banyak waktu kosong di rumah. Demikian pula pikiran, rasanya tidak terlalu terganggu, tiada beban ekstra yang berlebih-lebihan. Toh, tidak ada deadline yang harus dipikirkan? Tidak perlu pusing memikirkan ini dan itu yang notabenenya bukan urusan saya pribadi juga. Tidak perlu berurusan dengan orang banyak dan tidak perlu mengorbankan apa-apa.
Saya pernah menikmati masa-masa seperti itu. Saya lebih setuju menikmati waktu pribadi dirumah untuk tidur, menonton televisi, dsb dibanding bersosialisasi atau berorganisasi di luar sana.
Seiring berjalannya waktu, saya mulai perlahan-lahan berubah. Sedikit demi sedikit merasakan adanya hal-hal yang janggal dengan kebiasaan lama saya itu.
Pertama dimulai dengan menyadari hal-hal kecil, lalu hal-hal besar, sampai akhirnya mengalami perubahan yang radikal.
Rasanya, ada yang hilang jika saya hanya berdiam diri di rumah. Rasanya saya merugi jika tidak mau bersosialisasi atau ikut berorganisasi.
Perlahan tapi pasti, saya mulai membuka diri terhadap tawaran organisasi. dan, benar saja... Saya merasa banyak sekali keuntungan daripadanya. Memang sih, banyak orang berpendapat, ngapain sih capek-capek ngurusin urusan yang bukan buat kepentingan kita?-kadang orang memilih untuk tidak ambil repot. Tapi justru dari situlah kita belajar. Yang paling berharga, belajar untuk tidak egois. yang kita urus itu bukan kepentingan kita pribadi. Secara tidak langsung, kita mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran untuk kepentingan orang lain secara cuma-cuma. Dari situ Kita belajar bagaimana caranya melayani dengan tulus. belajar untuk hidup tidak memikirkan kepentingan diri sendiri, tapi juga berjuang untuk kepentingan orang lain. Bonusnya, kita belajar bagaimana caranya bersosialisasi, belajar untuk berkorban, belajar bertanggungjawab dan pastinya berkomitmen.
Tidak jarang pula, melalui organisasi saya dilatih untuk belajar memahami karakter orang lain, lalu belajar beradaptasi dengan karakter orang yang sudah tentu berbeda beda dengan saya. memahami karakter orang biasanya akan lebih mudah jika kita pernah bekerja bersama dengan orang tersebut. Dan belajar beradaptasi dengan orang yang memiliki sifat berbeda bukanlah hal yang sulit. Butuh pengorbanan dan butuh kedewasaan. Saya pun Belajar membuka diri, belajar menerima masukan dan memberi masukan, belajar untuk berkomunikasi dengan baik, belajar untuk menerima orang lain apa adanya (dan cenderung memotivasi mereka) dan tentunya belajar untuk tidak mudah tersinggung.
Selain belajar banyak hal, tentunya saya juga merasa ditambahkan banyak hal. secara kasat mata jelas saja teman-teman saya bertambah. Beberapa diantaranya justru menjadi teman dekat. Dan bonusnya, kadang saya diijinkan mendalami kehidupan mereka,yang secara tidak langsung membuat jiwa saya semakin kaya.
Selain hal yang saya sebutkan itu, wawasan saya pastinya juga bertambah terus menerus. Dan tidak lupa, yang pasti dan sangat berharga adalah ''pengalaman''. Tidak bisa dipungkiri, saya selalu saja memperoleh pengalaman baru. Baik melalui hubungan dengan rekan-rekan, melalui kegiatan yang sedang dilakoni, ataupun momen yang saya alami.
Kalau dulu saya mati-matian menghindari keterlibatan dalam organisasi, sekarang saya malah ketagihan :p saya sekarang sedang terlibat banyak kegiatan organisasi. Saya menikmatinya!:) saya lelah, namun saya bahagia. Saya mati-matian berjuang bagaimana caranya memanajemen waktu dengan baik dengan banyaknya kegiatan, tugas, dan tanggung jawab yang harus saya penuhi. saya harus bisa memberikan porsi yang seimbang dan tepat: selain kegiatan organisasi, kuliah, tugas, saya punya keluarga yang harus diperhatikan. saya punya komitmen pelayanan, saya punya sahabat-sahabat, saya punya teman-teman yang harus saya berikan(bukan sisakn) waktu yang berkualitas. Memang sih terkadang rasanya ingin menyerah. manajemen waktu itu sangat suliiittt bagi saya, kadang saya juga merasa amat kelelahan (pikiran, emosi-jiwa, tenaga). Belum lagi ditambah dengan percikan konflik, masalah dengan rekan kerja yang banyak macamnya, dan banyak hal lainnya yang menguras emosi. Kadang, hal-hal tersebut juga menjadi stressor yang besar bagi saya. alhasil tidak jarang saya putus asa, ingin mundur. tapi masalahnya, kalau orang lain bisa, kenapa kita tidak? justru akhirnya saya memandang ini sebagai tantangan. Seharusnya semakin sering berorganisasi semakin pintar pula jadinya dalam memanajemen waktu, makin pandai pula mengelola emosi.
berorganisasi memang sangat melelahkan. tapi percayalah, ini sangat indah. Dan organisasi adalah satu tempat belajar yang perlu diperhitungkan. disini saya berbagi visi, berbagi pengalaman, berbagi hidup bersama orang lain. it,s nice !nDan, semakin banyak orang yang saya kenal, semakin besar pula kesempatan saya menjalakan misi hidup saya. Benar kan? :)
Soli deo Gloria