tidak sebiru biasanya

mana kutahu ia bisa seangkuh ini,
Mana kutahu? sungguh aku tak tau.
biasanya ia biru, ia tidak pernah kelabu,
Kali ini sungguh beda, malahan penuh tega.

Ia yang semalam kutunggu,
yang semalam kutitip pesan lalui bintang,
sama sekali tak mau ia menatapku,
malahan menjadi angkuh begini,
barangkali ia malu karena ia tak biru.

Bagai lukisan luntur karena airmata,
Bagai hitam yang menjadi abu-abu,
Bagai hijau yang menjadi sayu,
Bagai biru yang tak lagi perawan.

kali ini ia adalah biru yang tidak biru,
Aku kecewa. entah dinodai siapa,
Ia menjadi kehitam-hitaman
Pagi ini hujan mendadak turun,
langit biru tak sebiru biasanya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar