penyakit fatal

sadar atau nggak sadar, tiap orang pasti punya minimal satu sifat buruk dalam hidupnya. ya kalo saya, tentu saja lebih dari satu. tapi, kali ini saya mau bicara sifat yang terburuk dan terfatal (dalam konteks hari-hari belakangan ini).

ketika saya memutuskan untuk menulis postingan ini, otak saya sedang penuh dengan segala macam to do list yang harus segera dikerjakan, deadline-deadline yang terbengkalai, pergumulan-pergumulan yang masih pending, keputusan-keputusan yang tertunda, relasi-relasi yang 'mulai' tak terjaga dengan baik, dan masih banyak lagi pikiran-pikiran lainnya yang disebabkan oleh satu sifat fatal, yang pada pagi ini saya deklarasikan sebagai penyakit yang fatal

Saya tau saya manusia biasa, belum punya sayap dan lingkaran putih diatas kepala macam mailakat. saya tau, manusia tidak ada yang sempurna, tapi, sifat ini benar-benar fatal. saya terlalu sering dan terlalu memberikan banyak toleransi untuk diri saya sendiri. yak, satu kalimat "saya terlalu sering menunda-nunda" dan saya sama sekali tidak bangga akan hal ini. 

Dari awal kalimat hingga paragraf diatas ini, mungkin kalian sering menemukan kata 'fatal'. yak, saya tidak berlebihan dan tidak sedang mengawang-awang. kebiasaan buruk ini telah menciptakan beberapa kefatalan, dan tentu saja sifat buruk ini tidak memuliakan Allah.

...
Hemmmm *tariknapas* oke, setelah menulis beberapa baris, hati saya semakin tenang (inilah keindahan seni menulis). paling tidak, pertama "saya masih diberikan kesempatan untuk sadar bahwa sifat menunda itu adalah sifat yang buruk", kedua "saya tidak bangga sama sekali dengan sifat ini", ketiga"saya cenderung menganggapnya fatal, secara tidak langsung saya menganggap ini serius", keempat "saya mau berubah(mau banget)", dan kelima "saya tau, kalian yang membaca ini akan dukung dan doakan saya"

Pada akhirnya, saya mau bilang... menyadari sifat buruk kita adalah suatu hal yang penting. jujur, sebenarnya saya menyadari ini sejak lama, tapi tidak saya akui dengan tegas. malahan saya menyalahkan 'keadaan' yang membuat saya menunda-nunda ini dan itu. oke, berarti setelah disadari, diakui, maka harus ditindaklanjuti dengan tegas. setelah postingan ini saya post, saya yakin sifat tersebut masih ada (tidak tiba-tiba hilang) tapi paling tidak, ada semangat baru, ada gairah untuk melawan dengan tefas sifat menunda-nunda ini :)

dan akhir kalimat, selamat menemukan sifat buruk guys, menyadarinya, lalu berusaha membasminya! :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar