memulai bukanlah suatu hal yang mudah, apalagi memulai suatu hubungan dengan sesuatu yang telah kita campakkan.
dicampakkan atau mencampakkan merupakan hal yang sama. sama-sama tidak enak, sama-sama sulit. dan, sebagai manusia normal, tentu saja saya pernah memerankan kedua lakon tersebut.
pernah dicampakkan- rasanya sangat sakit.
pernah mencampakkan- ketika tersadar, rasanya sungguh tidak enak.
sudah bisa membayangkan rasanya dicampakkan? saat ini saya sedang meresapi rasanya. tepatnya saya sedang berusaha berempati dengan apa yang dialami olehnya. ya, saya adalah pelaku tunggal yang telah berbulan-bulan lamanya mencampakkan keberadaannya. saya sama sekali tidak berbangga hati, karena perasaan ini sungguh tidak enak.
persis sama dengan kalimat pembuka postingan ini. memulai bukanlah suatu hal yang mudah. apalagi memulai kembali sebuah hubungan dengan sesuatu yang telah kita campakkan. sejujurnya, sejak sore tadi saya kesulitan menemukan kalimat-kalimat yang akan saya lontarkan, saya sulit menemukan kalimat yang mungkin akan kembali menghangatkan hubungan kami seperti dulu.
jika anda berpikir semua ini tentang hubungan saya dengan seseorang, anda salah besar. karena saya sedang berbicara mengenai blog ini- yang telah berbulan-bulan saya campakkan.
kalimat-kalimat yang saya tulis mungkin kedengarannya kaku. barangkali ini hukum alam namanya, saya tidak bisa begitu saja menulis dengan leluasa seperti sediakala. barangkali butuh pemanasan dulu setelah berbulan-bulan saya tidak menyentuh blog yang sudah berdebu ini.
tulisan yang tidak jelas pangkal ujungnya ini merupakan surat terbuka untuk pembaca setia blog ini. mudah-mudahan postingan ini bisa menjadi pembuka hubungan antara kami (saya dan blog ini)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar