surat untuk tuan pelatuk

Tuan pelatuk itu,
paruhnya kuat seperti pahat
paruhnya bisa mematuk lubang yang dalam,
di ranting-ranting pohon. 
dan seperti paruhnya, pikirannya pun kuat.

aku menghargai kekuatan paruhnya,
jadi aku lebih suka untuk tidak mendebatnya.

ps: kepada burung pelatuk yang gemar mematuk.
saya terkagum dengan kekuatan paruh anda. dan ketika saya memilih diam, itu artinya saya sangat menghargai anda. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar