kisah seorang anak muda

lanjutan postingan sebelumnya...


"dari sorotan matanya telah terpancar hal itu, dan benar saja kau mengatakannya dengan sederhana "aku mendapat kepuasan ketika membuat lawan bicaraku diam"
gadis itu lebih sering berbicara dan terus saja berbicara, mengeluarkan argumen-argumen yang sebenarnya tidak terlalu kokoh untuk diperjuangkan, semata-mata hanya untuk mempertahankan egonya sendiri. bahkan seringkali tidak meresapi terlebih dulu apa yang lawan bicaranya katakan- ia-terlalu-cepat-berpikir-untuk-membela-diri padahal tidak ada yang sedang ingin merobohkannya.

ia hanyalah seorang gadis muda belia. jiwanya bergelora, emosinya meluap-luap, mirip dengan anak muda kebanyakan.

"ia terus saja mendebat. katanya, ada teori yang mengatakan bahwa "hidup adalah tentang pernyataan yang tegas" dan "dia yang berani berteriak dia yang bertahan"
teori itu ada benarnya juga, tapi tidak sepenuhnya benar, kawan. sebuah teoripun musti diperlakukan dengan tepat di saat-saat yang tepat

notes: this story is about me and my self. come from the conversation between me, myself and I. hope it could be inspiring you, guys !:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar