Tepat satu minggu lagi saya akan menghadapi ujian akhir semester. Salah satu matakuliah mewajibkan kami untuk mengadakan konseling kelompok dan mengumpulkan laporannya pada saat ujian akhir nanti. singkat cerita, saya dan teman-teman kelas saling bertukar menjadi klien dan konselor. saya memiliki 5 orang klien dan saya pribadi berperan sebagai klien dalam tiga konseling kelompok yang diadakan oleh 3 orang konselor dalam waktu yang berbeda.
Beberapa hari lalu saya baru saja mengikuti konseling kelompok yang diadakan oleh salah satu teman saya yang temanya adalah tentang "pasangan ideal". such an interesting topics right ? kebetulan klien dalam konseling kelompok tersebut semuanya perempuan, jadilah pertemuan ini mirip semacam " Ladies day". masing-masing mengungkapkan, sosok pasangan seperti apa sih yang dicari ? kenapa demikian? dan darimana asalnya tolak ukur tersebut? bisa kebayang ?semuanya excited dan nggak ada yang mau berhenti ngomong.
To be honest, saya bingung loh. saya belum pernah punya patokan atau gambaran yang jelas mengenai "sosok" yang saya cari. yang saya tau selama ini saya cuma cari sosok yang yang "bikin nyaman" dan yang "sepadan" sepadan dalam hal apa ? bikin nyaman dalam hal apa ? be right back ya, saya bongkar kamus dulu *mukapolos*.
Oke, kembali serius. saya pikir yang pertama sih pria itu harus seiman, dia juga harus jadi lawan bicara yang sepadan (yang nyambung) mulai dari membicarakan hal-hal konyol, hal-hal unyu, perikitilan nggak penting, topik-topik berat, pembicaraan hati ke hati, sampe diskusi berkualitas (thats why saya suka pria smart). dia juga harusnya sih sosok yang sayang sama ibu dan hormat sama bapak. terus, entah kenapa selama beberapa tahun belakangan saya mulai mencari sosok pria yang dimana saya bisa menaruh hormat padanya. Pria macam ini identik dengan wibawa, berani, prinsip, tegas, leader, visi, dan sebagainya oke, sebenarnya "sosok" macam ini mirip banget sama papa saya. papa itu orangnya smart walau lebih sering keliatan "kocak" hahaha. actually, for me he is a real man. dia bener-bener bisa memposisikan diri jadi pria super cool , tegas dan punya wibawa sehingga orang mau menaruh hormat padanya dan di sisi lain dia bisa jadi pria yang lovable yang keliatan banget kalau hatinya sebenarnya baik.
back to reality, ocehan saya diatas ini cuma sebatas harapan. basicly, i believe pasangan yang ideal buat saya itu adalah seorang pria yang datengnya dari Tuhan, yang hatinya memang dirancang untuk jadi tempat saya berlabuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar