hari esok belum tentu ada

Hari esok belum tentu ada

*tarik napas dalem-dalem ,buang* sebenernya agak berat untuk menuliskan judul ini, entah bener atau enggak dugaan gue, tapi mungkin orang akan berpikir kalo gue aneh, freak, weird, dsb. tapi apa daya hasrat tak bisa dibendung lagi. Mau tidak mau, suka atau tidak suka gue tetep menuliskan hal ini.

Belakangan ini, gue sering banget ngomong 'hari esok belum tentu ada', nggak jarang gue disindir, ditanya, atau dikhawatirkan kewarasannya ketika kalimat itu terlontar dari mulut gue.

Gue gak tau moment apa tepatnya yang memicu tag line semacam ini (baca: hari esok belum tentu ada) bercokol di otak gue. yang gue tau, akhir-akhir ini semua hal rasanya mengarah kesana. Mulai dari film 'a moment to remember' Yang gue tonton pas dikampus, trus topik belajar pembelajaran tentang proses kehilangan yang gue alami, kebakaran kapal ferry ditengah laut yang menyebabkan belasan orang meninggal, tabrakan kereta api di hari yang sama yang juga memakan banyak korban meninggal, berita kecelakaan motor-truk di tv, sampe akhirnya berita terbaru sebelom gue menulis ini yaitu tentang kematian Alm.Adjie Massaid yang sangat mendadak (kalo ga salah baru-baru ini dia baru diangkat jadi manajer timnas u23 kan?) trus mendadak aja gitu dia meninggal-jantungnya tiba-tiba berhenti berdetak.

Tragis? Emang. Gue nggak sedang mencoba menakut-nakuti atau apalah itu namanya. Gue cuma 'mengingatkan' bahwa ada satu fakta yang ga boleh kita lupain yaitu 'hari esok belum tentu ada', satu saat kita pasti nggak bisa ketemu lagi sama hari esok, satu saat jantung kita pasti akan berhenti berdetak, itu pasti. Semua orang pasti akan mati dan menghadap yang kuasa.

Kita punya faktanya, kita juga punya kumpulan cerita, kita juga masing-masing pasti pernah berhubungan dengan pengalaman ini, dimana orang yang kita kenal nyawanya terenggut. Hello ! this is the fact, hari esok belum tentu ada. Sayangnya, gejala kelebihan kepercayaan diri membuat manusia merasa bahwa dirinya pasti akan hidup puluhan tahun lagi. Bayang-bayang Kehidupan yang ideal (bayi, anak, remaja, dewasa, orangtua, lansia) seolah sudah pasti akan dilalui. padahal, faktanya ''hari esok siapa yang tau sih?''

''hush jangan ngomong sembarangan''
''Tuhan gak bakal sejahat itulah sama kita''
''elu lagi kenapa sih yu?''

kalimat-kalimat seperti ini pasti sering deh terdengar, padahal ini emang fakta. Tapi banyak orang yang hidup dalam angan-angan seolah manusia hidup untuk selamanya di bumi ini

Kalo demikian, jika hari esok belum tentu ada nampaknya sangat bijaksana kalau kita masing-masing menjalani hidup kita ga semau-maunya kita, ga semau-mau gue(karna gue gatau apa-apa), ga semau-mau elu(karna elu juga gatau apa-apa), ga semau-mau dia(dia juga gatau apa-apa, bahkan orang baik sekalipun belum tentu bener), tapi jalani hidup elu dan hidup gue semau-maunya kehendak Tuhan, yang mutlak berkuasa atas hidup kita, dan sumber kebenaran satu-satunya.

Jangan sampe ketika suatu saat kita nggak dipertemukan dengan hari esok kita menyesali karena kebenaran nggak ada di dalam diri kita, kita menyesal dengan sangat karena telah membuang waktu terbuang percuma, dan menyesal karena telah mengejar hal yang sia-sia, Dan akhirnya sangat tragis karena Tuhan gak kenal kita karena kita ga pernah berelasi sama Dia dengan bener.

Satu saat ketika jantung itu sudah berhenti berdetak, penyesalan sebesar apapun takkan berarti apa-apa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar