poros tengah


Sebenernya gue termasuk orang yang jarang nonton tv, apalagi hari-hari belakangan ini. satu hari, kira-kira bulan Desember akhir tahun kemarin(2010) pas lagi nggak ada kerjaan gue setel teve, kemudian gue milih channel metro tv, ketemulah tayangan just alvin yang udah berjalan sekitar separoh dari keseluruhan durasi barangkali. Oke, jadi intinya selama kuranglebih 30 menitan gue duduk diam depan teve.
Saat itu bintang tamunya banyak, mereka adalah orang-orang-artis,selebritis yang ‘berjaya’ di tahun 2010. Gue sih ga inget semua bintang tamunya, ini beberapa nama yang gue inget: Anang & Syahrini, Andre Taulani & Raditya Dika, Hanung Bramantyo & zaskia, Choky Sitohang, Reza Rahardian, dll.
Singkat kata, tayangan hari itu lumayan menarik, pertanyaannya berbobot. Secara ga langsung bikin gue mikir juga dalam hati untuk ngejawab pertanyaan yang dilontarkan.
Tibalah di pertanyaan terakhir dalam talkshow hari itu, alvin sang pembawa acara melontarkan sebuah pertanyaan “dengan melihat kehidupan anda sendiri, naik-turun yang anda telah hadapi, bagaimana anda memandang sebuah kehidupan?” secara bergantian mereka menjawab pertanyaan tersebut, sampe tibalah yang terakhir, Reza Rahardian. Orang ini, artis, yang sebelumnya ga terlalu gue perhatiin melontarkan sebuah kalimat simpel banget tapi praktis buat gue. Dia bilang “kebanyakan orang menganggap kehidupan seperti roda, tapi setiap roda pasti punya poros tengahnya”. Hmmm, nice J
Bener banget guys, setuju banget gue sama kalimatnya yang simpel itu. kehidupan emang seperti roda, selalu berputar, kadang diatas, kadang dibawah. Kadang seneng, tapi ga selalu seneng, tiba-tiba aja bisa ada di dalam keadaan duka(sampai di kalimat ini, kayanya semua orang udah pasti tau dan udah pasti sering denger). Tapi bagaimanapun, “setiap roda pasti punya poros tengah”, poros tengah inilah yang menggerakan roda. Poros tengah ini pulalah yang menggerakkan kehidupan kita.
Ada banyak orang di dunia ini yang poros tengah hidupnya berupa harta, kekayaan materi, apapun keaadaannya yang menggerakkan adalah harta dan perihal materi belaka. Ada juga orang yang poros tengah hidupnya berupa cinta, kebahagiaan, popularitas, harga diri, karir, dan lain sebagainya. Pada kenyataannya, banyak sekali ‘hal’ yang dapat digunakan si ‘jahat’ untuk membuat kita terkecoh. Dimana seyogiyanya, sang poros tengah, sang penggerak, sang inti kehidupan kita yang terus berputar ini adalah Allah sendiri J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar