diantara pekerjaan, uang, dan cinta

'' Bagaimana, menurut lo gue harus memilih yang mana? gue bingung''.

Beberapa waktu yang lalu, seorang kawan mengeluarkan kalimat begitu. Dia(kawan yang berkuliah di luar negri) sedang berada dalam dilema. Saat ini skripsinya sedang diurus, dan dilemanya itu berkaitan dengan perihal pekerjaan yang akan diambilnya kelak.

Dia mengajukan tiga pilihan:
pertama, ia menerima tawaran kerja dari perusahaan di Indonesia yang menawarinya kerja. Namun pekerjaan tersebut tidak begitu diminatinya.
Kedua, mencari pekerjaan yang benar-benar sesuai dengan minatnya. Namun ini sangat sulit,belum tentu diterima- mengingat mencari pekerjaan tidaklah mudah.
dan yang ketiga, memilih pekerjaan yang standar saja, yang mudah, dan mendapat gaji yang jelas.

Aku kemudian menjawab dengan mudah saja. Aku mendorongnya untuk melakuan sesuatu yang benar-benar diminatinya dan dicintainya. Cinta, apapun butuh cinta. Kita juga memiliki hak untuk memilih yang kita cintai

walaupun ada gaji dan pekerjaan lain yang menggiurkan ??

Ya. Aku akan dengan yakin menjawab ya.
Mungkin banyak orang berkata, mustahil seperti itu. Mencari pekerjaan sangatlah sulit. Aku hanya ingin berkata, jika kamu memiliki pilihan;pilihlah apa yang sesuai dengan kata hatimu-bukan apa yang sesuai kata orang, bukan juga apa yang sesuai kata keadaan.cari pekerjaan sulit?keadaan berkata demikian? Ini tak membuatku berpaling dari apa yang benar-benar kucintai.

Buatku, melakukan pekerjaan yang sungguh-sungguh kita cintai akan jauh lebih berharga dibanding melakukan pekerjaan yang tidak kita cintai dengan gaji besar. Naif? Ya barangkali. Terkadang kita harus berpikir polos untuk bahagia.

Bayangkan saja, dewasa ini banyak orang yang merasa stress dan tertekan karena pekerjaan mereka, kenapa? Jawabannya hanya satu . Yaitu karena mereka tidak menyatu dengan pekerjaan mereka, mereka tidak mencintainya. Pekerjaan dipandang sebagai beban, bukan kesenangan untuk dilakukan.
Dan orientasinya bukan karya atau layanan yang baik melainkan hanya uang.

Ketenangan dan kebahagiaan jauh lebih berharga untuk dikejar dibanding uang atau materi. Soal rejeki, kita semua tau-yang Maha Kuasa telah mengaturnya dengan sangat rapi untuk kita. Soal pekerjaan yang sulit didapat, terkadang hal yang berharga memang menuntut usaha ekstra kita. Tapi, jika memang hal itu cukup berharga untuk dikejar, kenapa tidak?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar