Via lactea.
betapa tidak sebaiknya kita ini diam
Menatap ke atas sana dengan lembut
Dia yang terjauh sekaligus yang terdekat
Tak bisa disentuh ,hanya mungkin dipandangi.
Itupun hanya bisa dari kejauhan.
pintaku ingin menggapainya, tapi inipun mustahil.
Ia yang ada disana.
gelap namun selalu bercahaya.
mustahil! tidak bisa kukatakan tidak,
aura cahayanya yang lembut tak bisa dielakkan lagi.
Dan hati inipun berkaca-kaca.
antara bimasakti dengan bumi
sejauh itukah jarak diantara kita?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar