Tangga
Sederhana saja kita menyebutnya, tangga. namun fungsinya tidak pernah sesederhana itu. Ia, yang selalu pasrah membawa kita naik-turun-naik-turun, seringkali menjadi saksi bisu pertemuan antar dua manusia.
Entah berapa kali dalam hidup saya, atau paling tidak setahun belakangan ini terjadi banyak pertemuan tak terduga di sebuah ruang polos yang kita namai tangga. Seringkali menjadi pertemuan biasa saja, tapi beberapa diantaranya menorehkan makna seperti halnya pertemuan singkat sore tadi, dengan seorang yang tidak saya sangka.
***
sore tadi seusai kelas di lantai 4, saya bergegas menuruni tangga menuju ke lantai bawah. Karena satu dan lain hal, saya turun seorang diri saja tanpa teman. Dengan percaya diri satu persatu anak tangga saya lalui, hingga di anak tangga kesekian di lantai 2 saya bertemu dengan seseorang. Ia, seorang Bapak dosen yang dulu pada awal perkuliahan pernah mengajar saya. Dosen unik yang tidak biasa. Benar, ia adalah orang yang dulu pernah menarik perhatian saya.
sudah lama saya tak bertemu dengannya. Mungkin hampir setahun. sudah lama saya tak lagi pernah mengingat-ingat orang yang dulu saya kagumi itu. Tiba-tiba saja pertemuan tadi sore terjadi, dengan begitu alami.
pertemuan sederhana itu meninggalkan kesan mendalam setelah sebuah kalimat keluar dari mulutnya ''kamu sekarang kelihatan tambah dewasa ya'' kalimat ini terucap dengan polosnya, dibumbui dengan senyum, dan sorot mata hangat.Kemudian saya membalas dengan cepat ''ah, makasih loh pak'' ditambah senyum tentunya. Lalu saya berpamitan, dan berjalan menuju arah yang berbeda.
Percakapan sore tadi begitu singkat. Namun setidaknya dengan satu kalimat tersebut ia berhasil membuat saya tersenyum. setidaknya saya tau, ia adalah orang yang dulu menyaksikan keberadaan saya, dan sekarang ia pun menyaksikan sebuah perubahan yang baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar