persis seperti yang dulu

langkah itu sepertinya kukenal
masih dengan ritme yang sama
menapaki jalan yang sama,
persis seperti yang dulu.

wajahnya penuh peluh,
namun ia tetap ramah,
sudah pasti ia lelah,
namun senyumnya tak pernah berubah.
persis seperti yang dulu

sesuatu telah membedakannya.
wajahnya penuh kerut,
rambutnya berubah warna
masa yang ada tak akan bisa diperketat.
ia semakin tua.

daun-daun menari terbawa angin
pergi entah kemana, entah mencari apa
masa terus berganti
aku hampir lupa dengan sosoknya.

siang ini, dengan sederhana ia mengingatkanku
ia masih ada dan tetap tinggal.
ia adalah satu dari sekian banyak yang pergi

Bapak pengantar surat pos,
kami menyebutnya Pak Pos.
hingga kini masih setia
mengantar pucuk-pucuk surat untuk kami.
persis seperti yang dulu



Tidak ada komentar:

Posting Komentar