" memangnya apa sih tolak ukurnya hingga sebuah karya seni dikata bagus atau tidak bagus, biasa atau istimewa? sedangkan seni itu sendiri tak bisa diungkap lewat kata-kata"

saya seringkali agak rancu ketika seseorang berpendapat bagus atau tidak bagus tentang sebuah karya seni; tentang sebuah lagu, tentang sebuah permainan musik, tentang sebuah lukisan, sebuah tulisan, sebuah pahatan. memangnya, atas dasar apa ya pendapat bagus atau tidak bagus itu? sebuah karya dinilai bagus oleh seseorang atau sekelompok orang belum tentu demikian juga pendapat yang lainnya, bukannya begitu?

mengapa? simpel, alasannya selera orang beda-beda.

selera? ya, bicara soal seni, tidak akan pernah lepas dengan kata selera. setiap pekerja seni punya selera yang berbeda-beda, itu yang membuat kita kaya. bicara soal lukisan, alirannya banyak. bicara soal musik, alirannya juga tak kalah banyak. tarian, demikian pula. dan, tak kalah dengan tokoh utama yaitu sang pekerja seni, para penikmat pun tentu menikmati yang sesuai selera mereka. singkatnya, setiap artist memiliki aliran dan pengikut masing-masing.

tidak ada karya seni yang bagus dan tidak bagus. sekali lagi, seni adalah soal selera. sebagai penikmat, kita bebas memilih mana yang sesuai atau tidak sesuai selera. kita tidak perlu tetap tinggal untuk menikmati apa yang bukan selera kita, pula tidak boleh mengatakan apa yang bukan selera kita sebagai karya yang tidak bagus. menghargai karya seni berarti menghargai selera dan menghargai kehidupan. karena perbedaan ada dalam kehidupan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar