Presiden

Dalam bahasa yang paling sederhana, pemimpin adalah orang yang tahu benar kemana dia ingin pergi, lalu bangkit dan mulai berjalan. - John Erskine


 "saya tidak ingin memberi angin surga, permasalahan yang sedang kita alami tidaklah ringan. Namun jika kita mau bergandengan tangan dan terus berikhtiar..... " demikian sepenggal kalimat akhir pidato Pak Presiden di Instana Negara malam tadi.

mendengar pidato malam tadi, saya tiba-tiba curiga.. "hari gini, apa masih ada yang mau denger pidato presiden ya?" boro-boro denger pidato, yang ada bukannya selalu mengkritik, komentar, menghina, sampe paling ekstrim mengutuki presiden ya? ya saya cuma sedang berpikir-pikir, saya hanya melihat sebagian (bukan seluruh) warga Indonesia yang tidak lagi respek dengan keberadaan SBY sebagai presiden.

kadang-kadang saya merasa sangat lucu. orang bisa tiba-tiba berkomentar penuh emosi menggebu-gebu tentang SBY. dengan gampang dan sangat sederhana menilai "SBY payah", "SBY lamban", dan sebagainya hanya karena mendengar satu dua berita di TV yang durasi liputannya bahkan kurang dari 30 menit, itupun terpotong iklan beberapa kali. belum lagi bahasa pemberitaan yang kadang (maaf) terlalu berlebihan dan tidak bertanggung jawab menurut saya.  yang bahkan, orang-orang pembaca berita itu jika ditanya tentang program kerja SBY, saya berani jamin mereka tidak tahu apa-apa. tapi anehnya, selalu dan tetap gemar menilai, gemar menghujat walau sebenarnya tidak ada landasan yang jelas.

hem,  saya jadi penasaran...jadi apa sih yang dicari rakyat Indonesia? Presiden yang bisa menghasilkan pohon uang? atau presiden yang bisa merubah Indonesia jadi negara bersalju? atau presiden yang bisa merubah dunia jadi surga? SBY tetaplah SBY, saat ia masih menjabat sebagai Presiden RI, dia tetaplah pemimpin kita, bapak presiden kita yang seharusnya kita hargai, kita hormati, kita dukung dengan sepenuh hati. kalau pemimpinnya saja tidak kita hargai, mau jadi apa negara kita ke depan?

Hargai presiden kita dengan segala kelebihan dan kekurangannya. percayalah, ia tau kemana ia ingin berjalan, hanya saja urusan negara sangatlah kompleks. urusan berpendapat adalah hal yang berbeda. pendapat memang hak setiap rakyat. tapi sebagai rakyat yang "berkualitas", kita perlu betul-betul membaca, meneliti, mencari tau, mengamati SBY... baru bisa menilai dengan bijak :)


selamat jadi rakyat Indonesia yang berkualitas :)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar