dream work

beberapa tahun lalu sewaktu saya tertarik dengan seorang pria, saya ingat betul saya seringkali memimpikannya. dengan polosnya, saya berpikir "ah mungkin ini petunjuk Tuhan". setiap kali habis memimpikannya, suasa hati senangnya bukan main, layaknya anak ingusan yang sedang didayu-dayu cinta monyet.


lain lagi sewaktu saya putus cinta beberapa tahun lalu. saat itu ketika saya tidak ingin mengingat-ingat sosoknya,  malahan dengan tidak sopan ia malah hadir di mimpi saya, hampir setiap malam. rasanya? tentunya sangat melelahkan. setiap kali terbangun dari tidur, rasanya ingin mencuci otak. tapi, ya demikianlah namanya mimpi. ada di alam bawah sadar, bagaikan kuda liar yang tak terkendali. hari ini bisa saja saya bermimpi menemukan bunga cantik, besoknya bisa saja saya mimpi bertemu cacing raksasa yang menakutkan.


... 
ini namanya adalah mimpi. siapa sih yang tidak pernah bermimpi? belakangan ini saya hampir setiap hari malah. dan mungkin kamu juga? dulu saya pikir-pikir, apakah mimpi adalah sebuah petunjuk ataukah hanya sebuah kebetulan yang random? lalu saya temukan jawabannya di mata kuliah proses dan teknik konseling. dalam matakuliah ini saya belajar banyak teknik konseling, salah satunya teknik analisis mimpi- dream analysis atau dreamwork . kedengarannya lucu ya? analisis mimpi, mirip peramal, ya? tapi tentu saja saya bukan sedang kuliah meramal. yang dilakukan disini berbeda dengan primbon, atau ramal-meramal. konselor yang menggunakan teknik dream work bekerja dengan menganalisa mimpi seseorang (konseli)berdasarkan pengalaman-pengalaman hidupnya, kejadian dan tokoh yang berada dalam kehidupannya hingga membantu konseli menemukan sendiri makna mimpinya.

Freud believed that dreams helped provide a way into the unconscious and that wishes, conflicts, and other material could be uncovered. dream analysis therefore could be thought of as a spesific type of interpretation where the psychoanalyst helps the patient "recover" material from the unconscious by analyzing the dream. Brenner noted that dreams are a "royal road" to the unconscious mind because nowhere else in one's psychic life are so many unconscious processes revealed so clearly and accessed so readily.
Menurut carl jung, Mimpi adalah ucapan atau pernyataan dari ketidaksadaran. Mimpi adalah pintu ke rahasia terdalam jiwa seseorang. analisis mimpi dapat membantu seseorang "menemukan kembali" materi dari alam bawah sadarnya.
dan, pada akhirnya semua ahli psikoterapi setuju dengan pernyataan, "dream as the royal road to integration ". dreams are existensial messages, not just unfinished situations, current problems or symptoms. Especially if the dreams are repetitive, a very important existential issue for the client is likely involved.

 buku-buku yang bisa menjadi rujukan untuk mendalami dreamwork :
Archer,J.,& McCarthy,C.J.(2007). Theories of counseling and psychotherapy. New Jersey: Pretince Hall
Ivey, A.E, D’Andrea,M.,Ivey,M.B.,&Morgan,L.S.(2007).Theories of counseling and psychotherapy: a multicultural perspective. 6th ed.Boston: Pearson
Jones, R.N.(2011). Teori dan praktik konseling dan terapi. ed.4. California: Sage
Jones, R.N.(2001). Theory and practice of counseling & therapy. 3rd ed. California: Sage

notes: matakuliah ini saya dapatkan di semester IV dengan dosen pengampu Rm Jose. thanks to Rm Jose &redy yang telah membantu saya mendalami teknik ini dengan presentasi dan roleplay. nah,buat anda-anda yang memiliki mimpi-mimpi yang mengganggu, atau ada mimpi yang terus berulang, silahkan datang ke konselor terdekat untuk segera melakukan analisis mimpi !:)






Tidak ada komentar:

Posting Komentar