"Yu, bisa gantiin gue  ngeliput acara hari rabu nggak?gue harus ngajar nih." tanya seorang laki-laki muda disebuah seminar
dengan cepat saya menjawab "enggaaaak bisa !",dengan cepat pula saya bertanya dalam hati "kok gue tolak ya?padahal hari rabu kan gue nggak ada apa-apa"

Saya terdiam begitu lama, memikirkan" kenapa saya menolak pekerjaan yang sebenarnya bisa saya lakukan?" dalam lamunan siang itu, tiba-tiba saya kehilangan jejak seorang wanita yang seharusnya saya wawancara. tidak lama, saya menemukan wanita berambut panjang itu. dia sedang diwawancara oleh seorang reporter lain dari grup lainnya. reporter muda itu sungguh cekatan dan kreatif. mendengar kalimat-kalimat pertanyaannya, tiba-tiba saya jadi membisu, merasa tidak bisa apa-apa lalu saya terbangun. ya, ini hanyalah penggalan mimpi saya malam tadi. mimpinya pun tak sesederhana itu. ada banyak tokoh, banyak situasi, absurd, berantakan dan tak bisa saya ingat satu persatu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar