hitam

orang-orang bilang padaku, hitam itu arogan
bagiku, ia begitu menawan
dan lagi, bintangpun ingin berkawan dengannya.
layaknya senja yang telah mendahuluinya.

orang-orang bilang padaku, hitam itu mengerikan
bagiku, ia penuh kehangatan
pesonanya telah mengalihkan duniaku
membuat bumiku menjadi satu

lagi, tak henti-hentinya,
orang-orang bilang padaku, hitam itu noda
bagiku, ia adalah nyawa
yang mengawali setiap lukisan
dan yang mengakhiri setiap seniku.

bagiku, hitam ya hitam.
ia tidak pernah sama dengan putih.
kata orang, putih itu indah.
hitam tak perlu menjadi putih untuk menjadi indah,
ia cukup menjadi dirinya sendiri
karena hitam akan selalu hitam.

notes: terinspirasi oleh langit malam yang konsisten dengan warna hitamnya, yang sering dimusuhi orang karena kegelapannya. malam tetaplah malam, malam tidak akan menjadi pagi, dan pagi tidak akan menajdi malam. semua yang ada di dunia, memiliki keindahannya sendiri. bonsoir ! :)
Hanya gara-gara masalah read bbm, lalu airmata ini harus mengalir? sesederhana itukah? atau selebay itukah? mereka? atau justru saya?

"... satu lagi.... the  most important thing is... ketika lo nggak bisa bales bbm orang, mending lo jangan read. itu bikin harapan tinggi jadi jatoh, sama aja lo sia-siain orang..."

malam ini seharusnya jadi malam yang agak santai dari malam-malam sebelum dan setelah ini. satu-satunya alasan, karena besok kampus diliburkan. Yang terjadi malah kebalikannya, hati dan pikiran saya sama sekali tidak bisa santai. oke,  saya tidak pernah membayangkan kalau hari ini akan diakhiri dengan cara begini. satu jam lebih saya duduk dengan posisi yang sama, dengan pandangan yang sama, dengan tangan yang sama sedang memegangi benda yang dipuja-puja banyak orang (baca : blackberry), dan dengan jempol yang terus aktif mengetik. ya, saya sedang beradu argumen dengan seseorang- orang-orang biasa menyebut aktivitas ini dengan istilah bertengkar.

saya tegaskan lagi dikalimat pertama di paragraf yang baru ini, saya baru saja bertengkar dengan seorang teman yang lumayan dekat. entahlah, sampai detik ini saya tidak yakin betul apa yang menjadi alasan, siapa menyinggung siapa, apa memicu apa, siapa disakiti siapa, sungguh, saya sungguh tidak paham, mungkin dia juga begitu. dan sebenarnya, saya juga tidak begitu yakin apa ini disebut bertengkar atau tidak. singkatnya, hal kecil telah kami buat besar. hal yang tidak penting, tiba-tiba seolah penting untuk kami perdebatkan. mengalir begitu saja, kami saling membunuh ego satu sama lain dengan argumen yang tiada henti bersambung.

emosi memuncak. geram, saya jatuh, saya kalah, saya emosi. saya memang tidak pernah menang bertengkar dengan orang- selalu jadi pihak yang kalah. entah benar demikian, atau sebenarna saya yang memposisikan diri begitu. saya tidak pernah peduli, saya tidak pernah malu ketika saya kalah. "biar ! biar saja mereka menang,batin saya... biar ego mereka memperoleh keemasan". tapi malunya luar biasa, ketika berkaca, saya mendapati diri saya kalah bertarung dengan diri sendiri. intinya: saya kalah malam ini. kalah bertarung melawan dia dan diri saya sendiri.

malam semakin pekat, kami seolah lupa dengan segala keletihan yang kami simpan sejak senja kemarin. sang lawan bicara tiba-tiba mengakhiri argumennya...tiba-tiba ia berhenti mencekik ego saya. lalu mengkalimatkan perasaan kecewanya yang sebenarnya keluar jauh dari topik yang semula kami bahas."... satu lagi.... the  most important thing is... ketika lo nggak bisa bales bbm orang, mending lo jangan read. itu bikin harapan tinggi jadi jatoh, sama aja lo sia-siain orang..." kalo emang lo nggak mau chat sama itu orang, ya end chat aja dulu. mending lo ga baca sama sekali dan lo say sbb(baca: sori baru bales) terus jelasin kenapa lo baru bales dibanding cuma di read trus nothing to do sama chat itu" 

lucunya, malam kelabu tidak berhenti disitu. emosi yang memuncak tiba-tiba terperosok jatuh. kini malahan berupa butir-butir air yang membasahi bumi, ia bernama airmata. jatuh sesaat setelah kalimat ini diterima.

"pantes aja kalo sahabat lo (dia menyebut nama seorang sahabat dekat saya) juga bilang lo sombong kalo kejadiannya kaya gitu... ok d, thx... itu aja dari gue... terserah hidup lo mau gimana"

oke. saya benar-benar tidak tahu harus rasakan apa. entah itu namanya sakit hati, entah itu sedih. entah itu kecewa. yang pasti, ketika ia menyebut kalimat diatas, airmata ini sudah tidak terbendung, dan saya tiba-tiba kehilangan diri saya. sang lawan bicara, hingga kini, mungkin tidak pernah tau seberapa besar dampak dari kalimat tersebut. betapa kalimatnya itu telah menyita jam-jam istirahat saya.

seseorang, baru-baru ini juga mengungkapkan hal yang hampir serupa. ia kecewa, bbm hanya di read. entahlah, saya tidak pernah menjadi begitu peduli karenanya. sebenarnya ini hal yang kecil bukan? kenapa mereka berpikir ini seserius itu? semenyakitkan itukah? too over sensitive, isn't it? am i too ignorant? apa justru saya yang terlalu cuek? beberapa kali saya mengalami menjadi mereka, bahkan disaat-saat genting, tapi rasanya tetap biasa saja, tidak menyakitkan juga.

saya masih tetap pada posisi semula, buat saya ini adalah hal kecil yang tidak seharusnya jadi soal. dan, buat mereka yang merasa ini adalah hal yang serius, ya silahkan saja. toh tiap orang punya idesalisme masing-masing. tapi, masalahnya ada;ah: saya sedang terjebak- ini yang membuat saya kehilangan diri saya. kenapa orang-orang dekat saya harus berpikir ini adalah sesuatu yang serius? kenapa hal sepele macam ini harus mengganggu hubungan kami?dan tiba-tiba, sangat mengganggu saya malam ini?

apakah saya terlalu cuek? ataukah mereka yang terlalu peka ?

penderitaan?

hari ini hari selasa,
tapi saya ingin menuliskan kisah hari minggu,
boleh dong? :)

Namanya Bapak Pangulu, seorang Batak-Cina, suaranya menggelegar. ia membawakan kotbah pada hari minggu kemarin di ibadah korem. oke, saya tidak sedang ingin membicarakan pembicara yang katanya masih single itu. saya ingin bicara tentang isi kotbahnya.

"Tuhan membentukku" itu adalah tema ibadah kemarin. ayat diambil dari Ibrani 12:3-12. intinya, Tuhan menyesah orang-orang yang dikasihinya. silahkan baca dan renungkan ayatnya, anda akan merasakan getarannya sendiri.

dalam kotbahnya, beliau berkata... kadang-kadang kita terlalu percaya diri merasa dosa-dosa kita telah mati. padahal?yang sesungguhnya terjadi?

kita memang telah diangkat dari anak-anak sembarang menjadi anak-anak Allah. tapi apa lantas sifat dan natur kita berubah? status kita tentu berubah, tapi kebiasaan kita? karakter dan natur asal kita? tentu saja masih sama. tidak bisa tiba-tiba instan berubah...semuanya butuh proses, butuh diajar, butuh pembentukkan Tuhan

bicara soal pembentukkan, erat kaitannya dengan penderitaan.
penderitaan? iya. benar, penderitaan.
sedikit sekali orang yang mau cari Tuhan ketika dalam keadaan diatas awan.
justru kebanyakan orang mencari Tuhan pada saat dalam keadaan menderita

C.S Lewis, pengarang buku Chronicles of Narnia berkata "penderitaan adalah megafon Allah". ketika anda dalam keadaan yang bahagia, Allah hanya berbisik pada anda dan dalam penderitaan Allah berteriak pada anda. 

kehidupan manusia dalam dunia ini tidak pernah lepas dari pendertitaan kan? dalam kotbahnya, Bapak Pangulu bertanya "siapa disini yang tidak pernah menderita?". tidak ada- semua manusia pasti pernah menderita.Sekarang, masalahnya tinggal bagaimana kita memandang dan menyikapi penderitaan yang kita alami. 

Orang yang beriman, menganggap penderitaan sebagai pembentukkan Allah. dalam keadaan menderita, berusaha mencari tau apa yang Allah kehendaki melalui penderitaan itu. tapi, sebaliknya... orang yang tidak beriman menggunakan penderitaan sebagai alasan untuk menghujat Allah.

penderitaan akan menjadi sesuatu yang berharga dan berdampak indah jika kita mengaitkannya dengan Firman :)

selamat terus bertumbuh ya, kawan!
Tuhan berkati


persis seperti yang dulu

langkah itu sepertinya kukenal
masih dengan ritme yang sama
menapaki jalan yang sama,
persis seperti yang dulu.

wajahnya penuh peluh,
namun ia tetap ramah,
sudah pasti ia lelah,
namun senyumnya tak pernah berubah.
persis seperti yang dulu

sesuatu telah membedakannya.
wajahnya penuh kerut,
rambutnya berubah warna
masa yang ada tak akan bisa diperketat.
ia semakin tua.

daun-daun menari terbawa angin
pergi entah kemana, entah mencari apa
masa terus berganti
aku hampir lupa dengan sosoknya.

siang ini, dengan sederhana ia mengingatkanku
ia masih ada dan tetap tinggal.
ia adalah satu dari sekian banyak yang pergi

Bapak pengantar surat pos,
kami menyebutnya Pak Pos.
hingga kini masih setia
mengantar pucuk-pucuk surat untuk kami.
persis seperti yang dulu



surat untuk sosok yang menginspirasi



surat biasa, untuk sosok tidak biasa

ini adalah sepotong surat
untuk Ko Joshua
yang telah menginspirasi kami
Sepotong surat
Bukannya menguatkan, malahan dikuatkan” kunjungan kemarin ke rumah ko Joshua dengan nani, bea,dan nesia begitu melekat dalam ingatanku. Obrolan demi obrolan mengalir dengan luwes dan sederhana, tapi semuanya tak sesederhana keliahatannya. Kami pulang membawa banyak berkat, otakku dipenuhi motivasi, rasa syukur, dan inspirasi. Ya, cerita-cerita ko Joshua sungguh menginspirasi kami, lebih dari itu… begitu menguatkan :)

Aku mengenal ko Joshua beberapa tahun yang lalu, sebagai sosok yang tidak biasa. Ada kepedulian yang tidak biasa, ada bertumpuk-tumpuk semangat, dan ada kasih berlimpah. Ketiga hal ini murni terpancar dari gaya Ko Joshua berinteraksi dengan kami. masih teringat jelas dalam ingatanku kala ko Joshua begitu peduli dengan keadaanku. Ko Joshua begitu rajin menanyai kabar perkembangan kehidupanku dan juga kesehatanku.
Sekian waktu lamanya tidak bertemu, akhirnya aku mendengar kabar kurang mengenakkan. Kata orang-orang Ko Joshua sakit. Ko Joshua sakit? sakit apa? Cancer. dan Ternyata kata orang-orang benar, kemarin aku menyaksikan dan mendengar sendiri cerita Ko Joshua dan tentang penyakit yang sedang ko Joshua derita.

kesehatan ko Joshua mungkin merosot, tapi iman Ko Joshua tidak merosot sama sekali” senyum tetap mengembang, rasa syukur tetap melimpah. Ini hebat, ini tidak biasa, sungguh Allah Maha besar! Ia telah mengaruniakan iman yang luar biasa-ini namanya anugerah. Terimakasih ko Joshua, karena dalam keadaan apapun ko Joshua begitu mengsinspirasi hidupku.  
Dalam pertemuan kemarin, ko Joshua juga selalu bilang “semua ada waktunya”. Ya, aku setuju sekali ko, semua ada waktunya- semua ada masanya. Dan dalam setiap masa Tuhan akan memelihara kita, Dia tidak pernah meninggalkan kita. Dalam masa-masa  ini pun aku berharap Ko Joshua terus diberikan anugerah untuk menikmati kasih dan pemeliharaan Tuhan. Dan Seperti pesan ko Joshua, aku juga akan menggunakan masa-masaku dengan bijaksana J (thanks for remembering me ko).  
Terakhir, aku ingin sampaikan sebuah ucapan. “Selamat Ulang tahun ya Ko Joshua, semoga semakin bertambahnya usia, semakin bertambah pula kasihmu padaNya. terus jadi berkat, terus mengandalkan Tuhan, terus jadi kesaksian yang hidup, dan terus semaaaangat ! “cepat sembuh ya Ko Joshua ! Jesus bless you and familyJ 
Sama dengan perjumpaan kemarin, surat ini diakhiri dengan lagu yang ko Joshua request. Semoga terus menguatkan dan dikuatkan ya ko… 
“Kekuatan Serta Penghiburan, Diberikan Tuhan Padaku; Tiap Hari Aku Dibimbing-Nya, Tiap Jam Dihibur Hatiku. Dan Sesuai Dengan Hikmat Tuhan, 'Ku Dib'ri Apa Yang Kuperlu. Suka Dan Derita Bergantian, Akan Memperkuat Imanku. 
Tiap Hari Tuhan Besertaku, Diberi Rahmat-Nya Tiap Jam; Diangkat-Nya Bila Aku Jatuh, Dihalaukan Musuhku Kejam. Yang Nama-Nya Raja Maha Kuasa, Bapa Yang Kekal Dan Abadi. Beserta Dalam Suka Dan Duka, Akan Menguatkan Hatiku."


Warm Regards,
Ayu lestari