Pasti kita semua pernah mengalami ini: menggerutu setelah ibadah. pembicaranya ga enak kotbahnya, kaku, pemimpin pujiannya terlalu datar, ga asik, pemain pianonya suka salah maen, singernya nyanyinya fales. Yang paling sering sih kita komentarin: pembicaranya enak atau gak enak. Itu yang tanpa sengaja seringkali jadi fokus kita.
Sadar atau engga, kita menempatkan diri kita memang kurang tepat barangkali. perhatikan ini : selama ibadah berlangsung, kita lebih sering menempatkan diri sebagai penonton. seolah-olah kita sedang menyaksikan suguhan pertunjukan berupa musik, nyanyian, khotbah, dan lain sebagainya.
Padahal seharusnya, kita ini(jemaat) adalah aktor dan aktris dalam ibadah. Harusnya kita berperan 'aktif' dalam ibadah. Menjadi pemain-pemainnya Allah.
Maka dari itu, setelah selesai ibadah yang dikomentarin harusnya bukan pembicaranya enak atau engga, maen musiknya bener apa engga. dsb. Tapi justru apa Firman yang kita dapetin . Toh selama ibadah, fokus kita memang ke Tuhan kan harusnya? Bukan pada hal-hal teknis yang sifatnya sebenernya sebagai pendukung ibadah.
Dengan menempatkan diri secara benar dalam ibadah, niscaya ketika kita pulang pasti akan mendapat 'sesuatu' :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar