Hari ini mungkin semestinya gadis remaja seperti gue sedang berbahagia. pertama, ini adalah hari minggu, besok adalah hari valentine (baca: hari penuh cinta), dan bonusnya lagi hari selasa tanggal di kalender dicetak warna merah, itu tandanya anda bebas merayakan valentine pada hari Senin besok karena keesokan harinya libur. Oke, selamat bersenang-senang di hari valentine buat kalian yang merayakannya.
Semestinya gue sibuk mengurus cokelat yang perlu dibungkus, atau sibuk mengatur jadwal valentine an bareng dengan belleza(nama gank gue di sekolah). Tapi nyatanya, hari ini gue sedang berduka. Bukan karena ada yang meninggal, tapi karena ini adalah hari dimana gue ditinggal pergi sama mantan gue setahun yang lalu. entah ada dimana ia sekarang. Gue juga ga peduli.
Gue pikir adalah sebuah hal lumrah kalau gue tidak lagi ingin mengingat-ngingat mantan gue yang entah ada dimana sekarang dan entah gimana kabarnya. Itu semua kan masalalu, dan itu sudah berlalu.
Tapi sayangnya, yang namanya 'moment', ga akan bisa hilang dari ingatan. Dan gue adalah orang itu. Gue adalah aktris pemeran utama dalam moment itu, dan sekarang gue sedang berduka karena harus mengingat itu.
Entah mengapa, saat ini perasaan gue 'galau'.
kalian harus tau !penyebabnya bukan hanya tentang moment setahun yang lalu itu, tapi tentang satu hal yang ternyata lebih besar.
Gue bisa gila !! Hari ini, gue baru saja menyadari kalau gue 'mungkin' punya perasaan yang lebih sama sahabat gue sendiri. Arya.
Ini semua mustahil menurut gue. Gue ga pernah percaya ada yang namanya cinta diantara sahabat. Terserah lo mau ngomong apa, tapi gue Leticiel Dharmanto menyatakan bahwa kali ini kemungkinan rasa itu ada mungkin saja benar.
Dan malam ini, satu hari sebelum valentine yang katanya hari penuh cinta, gue galau. Gue ga bisa berhenti mikirin Arya, gue gabisa berhenti mencari tau tentang perasaan gue sendiri, gue gabisa berhenti terkagum melihat caranya melakukan segala sesuatu. Dia cerdas, gentle, cuek tapi sebenernya perhatian, tallented, unique, dan yang terpenting dia punya prinsip. Dari dulu gue selalu tergila-gila sama cowo yang berprinsip.
'Tuhan, ciel merasa sangat berdosa kali ini'
ini ga mungkin ! Jelas aja ini semua ga mungkin. selama ini, perhatian yang gue kasih tulus sebagai sahabat, ga mungkin ada rasa yang lain.
Dua menit lagi tanggal 14 febuari. Gue masih tetep di tempat yang sama dengan kegalauan gue. detik dan menit yang berlalu akhirnya mengiring gue menyadari satu hal bahwa mungkin perasaan ini memang sudah ada sejak lama, tapi gue gak pernah sadar. I'm so sorry Arya. Gue ga pernah maksud begini sama lo.
***
Malam itu ciel larut dalam tangisnya. Ia tak bisa berhenti menyesali perasaan yang telah tumbuh itu. Ia tau, perasaan itu tidak boleh ada. Perasaan yang lebih itu akan menghancurkan persahabatan mereka, ia tau betul tentang hal itu sejak semulanya.
'tapi ini perihal hati, ciel tak tau akan begini dan ia tak bisa mengelak'
aaah. Tidak bisa. Ini tidak bisa. Arya ga mungkin suka sama gue, tipe cewenya Arya beda banget sama gue. Ga mungkin. lagipula, sampe kapanpun gue ga akan tega menodai putihnya persahabatan kami (gue, Arya, dan mey)
***
Hari valentine akhirnya dilalui ciel bersama dengan beleza, bianka, enno, leticia, eveline, dan zafa. anak gank gaul di sekolah ciel.
Cokelat yang dibungkus manis dan dihiasi pita pink metalic dari enno merupakan favourit ciel pada hari itu. Rasa manis cokelat valentine itu membuat ciel sesaat merasa ada di dunia yang berbeda, kebersamaan di tengah-tengah mereka mampu membuat ciel sejenak mampu melupakan Arya. Tapi, tentu saja hanya sesaat.
Malam harinya, ciel kembali sendiri, di kamar yang sunyi. Ditemani suara detik jam dinding dan suara lembut hembusan nafasnya sendiri, ciel memikirkan Arya dan nasib persahabatan mereka.
Saat itu jam menunjukkan pukul 23.15. Handphone ciel tiba-tiba berbunyi, membangunkan ciel dari lamunan sendunya di hampir tengah malam itu
you have 1 new message received.
Ciel kemudian bergegas membuka sms tersebut
From :
Arya
received:
14 Feb 10
23.14
Hey my ciel,
happy val's day ya.
A lot of heart from me.
*jangan lupa ya acara kita bertiga sabtu besok. Hee
i love you sis.
Seketika, hati ciel terenyuh, dan tanpa sadar airmata mengalir lembut di wajahnya.
Ciel kemudian membalas sms Arya,
Arya. lo tau nggak sih??
Gue sebenernya...
Arya : sebenernya apa ciel??
Ciel : gue sebenernya suka..
Arya: lo sebenernya suka apa ciel?
Aduh Arya, gue suka sama lo! Gue sayang sama lo, sahabat gue.
Sembari menangis ciel membalas sms Arya,
gue sebenernya suka kalo sabtu besok pas kita ketemu lo bawain cokelat buat gue. Hehehe.
message send.
***
Hari sabtu dalam minggu yang sama seharusnya ciel, mey, dan Arya pergi bersama. Mereka sudah merencanakan hal ini sejak lama. Arya yang paling bersemangat dalam hal ini. Terang saja, tidak lama lagi Arya akan berangkat sekolah ke luar negeri. Ia akan berpisah dengan dua sahabat yang jelas disayanginya, mey dan ciel.
Satu jam sebelum pertemuan di sebuah restoran sushi favorit mereka, ciel membatalkan kedatangannya. sebenarnya, sejak beberapa hari sebelumnya, ia bertekad akan memendam habis-habisan perasaannya. Ia tau dan sangat paham perasaan yang dimilikinya adalah perasaan yang salah dan tidak boleh ada di tengah putihnya persahabatan mereka. Salah satu cara ciel memendam rasa itu adalah dengan mengurangi intensitas pertemuannya dengan sang sahabat yang telah mencuri hatinya.
Hari itu ciel beralasan bahwa ia sedang tidak enak badan. Ia memilih untuk beristirahat di rumah dibanding menemui dua orang sahabat terbaiknya itu. Padahal, nyatanya keadaan ciel baik-baik saja. Malahan ciel pergi ke mall dengan teman-teman sekolahnya.
Masih di hari yang sama tanpa sepengetahuan ciel, Arya dan mey mengunjungi ciel di rumahnya.
Ting.tong.
Mbok : eh den Arya, non mey. Mau cari non ciel ya? Non cielnya baru aja pergi sama temen-temen sekolahnya..
Arya : nggg.pergi mbok? Kemana? Ke dokter?
Mbok : ke dokter? Emang siapa yang sakit den? Tadi kayanya ke mall yang biasa didatengin sama non ciel deh den.
Mey : si mbok yakin ciel bukan pergi ke dokter? Bukannya ciel lagi sakit mbok?
Mbok : waduh, maap non. Si mbok kurang tau juga deh kalo begitu.
***
Arya terlihat kecewa sore hari itu. Meskipun belum tentu kebenarannya, namun pernyataan polos si mbok membuat Arya bertanya-tanya dalam hatinya. ''ciel kok begini sih?''
seusai kejadian sabtu itu, ciel dan Arya lost contact. Kurang lebih dua minggu mereka tidak saling berbincang.
Dua minggu gue ga ngobrol sama lo ya, gue kangen sama lo : my Arya, sahabat terbaik gue. Setiap kali gue inget sama lo, saat itu juga perasaan gue pilu. Gue sebenernya ga pernah kuat memendam perasaan ini. Perasaan ini ada buat lo. Pleasee somebody help meeee. ''sakit rasanya membunuh perasaan sendiri''
kuranglebih 40 hari lagi Arya akan berangkat ke Belanda, melanjutkan studinya di negri kincir angin tersebut. Hubungan Arya dan ciel tidak semakin membaik. Arya sepertinya kecewa, ia merasa ciel berubah.''mungkin ciel sudah menemui dunianya sendiri'' pikir Arya kecewa.
Sejak hari sabtu itu, ciel ga pernah mencoba menghubungi Arya. Atau ciel sebenarnya juga tidak tau bahwa Arya dan mey mengetahui kalau ia berbohong.
***
Twitter menjadi salah satu masalah buat anak muda jaman ini, tak terkecuali Ciel, Mey, dan Arya. tak dapat dipungkiri keberadaan situs jejaring sosial itu memperkeruh relasi mereka.
bagaimana tidak? Setiap kali ciel melihat timeline Arya, ia mendapati Arya selalu saja berbahagia dengan teman-temannya, seolah tak lagi mempedulikan keberadaan ciel. Ditambah lagi, Arya sedang digosipkan dekat dengan seorang gadis manis teman les bahasa belandanya, yang sebentar lagi akan sama-sama berangkat ke Belanda melalui agen pendidikan yang sama.
Setiap kali ciel membuka twitter, setiap kali itu pula hati ciel pedih. Ia tak sanggup berada dalam kondisi ini. Tapi apa daya, ciel juga tak punya kuasa untuk tak membuka akunnya, setiap hari ia ingin mengetahui kabar Arya, walaupun hanya melalui timeline yang terdiri dari beberapa baris kata.
***
semakin hari semakin menjauh, tak satupun dari mereka mencoba memperbaiki hubungan ini, hingga tibalah hari itu. Hari dimana Arya harus berangkat. Paling tidak, setahun kemudian kemungkinan ciel baru akan bertemu dengan Arya.
Malam sebelum hari keberangkatannya, Arya membuat pesta perpisahan kecil-kecilan. tentu saja ciel diundang. Tapi ia tetap kukuh, memilih untuk menekan habis-habisan perasaannya. Ia tau, ketika ia bertemu Arya, ia tak akan kuasa menahan rasanya. Atau mungkin pertemuan yang akan dilaluinya akan meninggalkan kenangan-kenangan baru yang justru mempersulitnya melupakan pria itu.
tak ada ciel sama sekali.
Sampai detik terakhir keberangkatannya, ciel tak kunjung datang. Tak bisa bohong, Arya sungguh merindukan sahabatnya itu dan ia patah hati karena ciel nampak tak menganggap persahabatan mereka berarti seperti dulu.
***
Seminggu, dua minggu, sebulan, dua bulan berlalu seiring dengan bergantinya musim hujan, panas, hujan, panas.
Ciel menjalani hari yang sangat sulit, tanpa sahabat, tanpa cintanya.
bukan hal yang aneh, airmata ciel membasahi pipinya berhari-hari lamanya.
Hingga suatu hari, ciel tiba-tiba mimisan dan pingsan pada saat pelajaran olahraga di sekolah. Saat itu adalah bulan ketujuh setelah kepergian Arya ke Belanda.
kejadian siang hari itu lantas memaksa ciel untuk dibawa ke rumah sakit terdekat.
Tidak sampai 3 jam ciel tak sadarkan diri di rumah sakit, Arya sudah mengetahui keadaan ciel yang sedang tidak baik itu. Ciel tidak sadarkan diri, kondisinya mengkhawatirkan. Saat itu pula Arya meminta ijin pada kedua orangtuanya untuk terbang ke tanah air, hanya sekedar untuk mengetahui langsumg keadaan ciel, sahabat yang disayanginya.
***
hari kedua ciel di rumah sakit, ia belum juga menyadarkan diri. Sementara itu Arya dengan setia menunggui ciel untuk sadar.
Suatu malam, tepatnya hari ketiga ciel dirawat dan belum juga sadarkan diri tiba-tiba ayah ciel memberikan satu amplop merah muda yang berisikan surat bertuliskan tangan ciel. Ayah ciel menemukan surat tersebut di tumpukan rak meja belajar ciel.
Dengan sedikit ragu, Arya membuka amplop merah jambu tersebut. ia mengeluarkan dengan lembut sehelai kertas penuh dengan huruf dan kata dari dalamnya.
Dear My Arya.
Hey, sahabat. Apa kabar? Kita udah lama banget ya ga ngobrol. emang lo ga kangen ya punya waktu berkualitas sama gue n mey? sejujurnya, gue sangat kangen saat-saat kita bersama. Gue sangat rindu dengan persahabatan kita yang mampu membawa kita terbang tinggi seakan berada di dunia berbeda.
Arya, I'm so sorry... Gue minta maaf banget-banget. Gue tau, gue adalah pelaku utama yang membuat relasi kita berantakan.
lo harus tau, gue tertekan dengan perasaan ini.
Gue ga ngerti gimana harus mengucapkannya, rasa sayang yang ternyata lebih dari sahabat itu ada dan terpaksa gue pendem. gue berjuang mati-matian buat persahabatan kita, tapi nyatanya gue gagal. Hubungan kita rusak gara-gara gue.
Gue gabisa berhenti sayang sama lo. Meskipun berkali-kali gue menghindar, perasaan itu tetap ada. Tetap sama seperti pertama kali gue menyadari ia ada.
Arya, gue tau... Setelah baca ini, mungkin lo akan jijik sahabatan sama gue. Gue rela, karena gue tau gue salah, dan gue tau, gue udah merusak semuanya. Okelah. Ini semua udah sangat menyakitkan buat gue. Gue gatau harus bagaimana.
Seandainya sahabat gue yang dulu, Arya ada di samping gue sekarang.. Pasti dia bakalan bantu gue keluar dalam situasi pelik ini. I miss you soooo my best. Lo harus tau, gue kangen dan sayang banget sama lo, my Arya :'(
apakah dayaku?
jika tulus putihnya persahabatan,
Ternodai oleh tetesan merah cinta,
yang seharusnya tak pernah ada.
namun, apa dayaku?
Tetesan itu terlanjur menetes,
menodai putih langit persahabatan.
Kutanya, apa dayaku?
Cinta itu ada,
aku tak bisa menghindarinya.
Semakin kumenghindar,
semakin melebar ia.
Seolah menganiaya aku.
Ia ada bukan disana,
tapi disini, untuk kamu seorang.
I love you Arya :'(
***
hari berikutnya, sekitar pukul 21.40 ciel tiba-tiba tersadar dari tidur panjangnya. Dalam kondisinya yang lemah, ia tersadar bahwa Arya ada saat itu. Seolah bermimpi, Arya yang notabenenya sedang ada di Belanda sekarang malahan sedang ada di sampingnya.
Ciel tidak bisa menyembunyikan rasa kaget dan herannya. Ditambah lagi, ia belum mengetahui sakit apa yang dideritanya. Yang ia tau hanya satu, ia lemah saat itu. Namun ia bahagia, Arya, sahabat yang dicintainya ada disana. Saat itu.
Lo, kok bisa di sini?
lo ngapai....?
ssst. Diem, kamu jangan banyak bicara dulu ya ciel. Kamu kan baru aja siuman.
Aku sengaja ada disini buat kamu, my ciel.
***
keesokan malamnya, malam ketujuh ciel dirawat di RS. Saat kondisi ciel sudah jauh lebih membaik dari hari sebelumnya, Arya melibatkan ciel pada satu pembicaraan serius.
Arya menggenggam tangan ciel lembut sembari berkata,
ciel, gue boleh ngomong sesuatu nggak?
Apa ?
Mmh, gue udah baca surat lo buat gue ciel.
Hah? Kok bisa?? Arya. Please maafin gue. Gue ga pernah sama sekali bermaksud begitu. Maafin gue
ssst. stop ciel, jangan minta maaf.
Gue... Gue . Sebenernya, gue juga sayang sama lo ciel. Dari dulu, gue ngelakuin hal yang sama, berusaha mati-matian menekan perasaan gue. Karena gue pikir, lo ga akan mungkin...
Diem arya. Gue sayang sama lo !
Airmata ciel mengalir seketika itu juga.
ciel, seandainya lo tau.. Gue udah nunggu lo sejak lama. Mungkin gue jauh lebih berdosa, gue adalah penjahat yang menyimpan rasa buat sahabatnya sendiri.
Ciel, lo inget sms kita pas valentine beberapa bulan lalu?
''Saat lo bilang bahwa sebenernya lo suka...''
sumpah, saat itu gue berharap lo bilang lo suka sama gue. Tapi nampaknya hal itu ga mungkin, tapi ternyata...
Selama ini kita ternyata punya rasa yang sama.
Ciel menangis dipelukan Arya
gue pikir, selama ini lo deket sama temen les lo itu ,ya. Gue pikir lo suka sama cewe lain, gue pikir lo fine-fine aja tanpa gue, gue pikir kebahagiaan lo di twitter beneran.
Ciel, semua itu hanyalah kebohongan.
***
kisah cinta mereka berakhir dalam tangis, bukan tangis duka melainkan tangis suka. Hari ini tepat tanggal 14 febuari 2011. Arya sedang berlibur di Indonesia selama beberapa bulan.
di sore merah jambu itu arya memberikan surat merah jambu pada ciel yang seharusnya diberikan saat Valentine tahun lalu.
dear: Leticiel Dharmanto.
Entah kapan waktu yang tepat untuk gue menyatakan hal ini.
Satu kata mungkin tak akan cukup.
Untuk ucap seribu asa di jiwa.
Satu makna takkan sanggup
melukis cinta dalam kalbuku.
Aku jatuh cinta padamu!
semilir angin takkan mampu membawa pergi cintaku.
Deras hujan takkan mampu menghanyutkan cintaku.
Terik mentari takan mampu melelehkan cintaku.
Cintaku akan selalu ada untuk kamu, my ciel.
Do you be my valentine ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar