Gatal. Saya terus menggaruk-garuk karena gatal.
Tidak ada bentol, tidak digigit apa-apa, tidak habis dari mana-mana. Saya hanya
merasa gatal. Kadang-kadang saya lupa kalau saya gatal, tapi kemudian ingat,
saya merasa gatal seperti ini sejak beberapa hari lalu, beberapa minggu lalu,
beberapa bulan lalu. Saya bilang kepadanya bahwa saya gatal, tapi ia hanya
berkata “kamu berlebihan, itu gatal biasa”. Saya merasa gatal dimana-mana, di kaki, di lengan,
di telapak tangan, di pundak, dimana-mana,
dan yang paling parah, gatal di hati.
hey anak muda. apa pula yang sedang kau buat itu?
kau rasa kau kelihatan hebat ya? menutup-nutupi dan merencanakan sesuatu yang mungkin kau anggap "spektakular" haha. kau benar-benar anak muda, geloramu menyala-nyala hampir menutupi gumpalan logikamu. terserah sajalah kau mau lakukan apa-ini dan itu, asal masuk di akal, asal jangan kelewat dangkal, asal jangan membuat kawanmu mental dan asal jangan buat hatiku tambah gatal
ps: terinspirasi dari kelakuan tingkah rekan-rekan seperjuangan yang semakin hari semakin tidak bisa saya pahami, malahan membuat hati saya gatal
hey anak muda. apa pula yang sedang kau buat itu?
kau rasa kau kelihatan hebat ya? menutup-nutupi dan merencanakan sesuatu yang mungkin kau anggap "spektakular" haha. kau benar-benar anak muda, geloramu menyala-nyala hampir menutupi gumpalan logikamu. terserah sajalah kau mau lakukan apa-ini dan itu, asal masuk di akal, asal jangan kelewat dangkal, asal jangan membuat kawanmu mental dan asal jangan buat hatiku tambah gatal
ps: terinspirasi dari kelakuan tingkah rekan-rekan seperjuangan yang semakin hari semakin tidak bisa saya pahami, malahan membuat hati saya gatal
Tidak ada komentar:
Posting Komentar